Oleh: Husnul Khatimah
Wartawan LPM Qalamun
Hai, apa kabar, Tuan?
Pertanyaan basi yang tak pernah menemukan jawaban,
walau begitu, mengetahui kabarmu pernah menjadi hal yang sering kuharapkan.
“Jaga kesehatan yaaa,” tulismu di lembaran usang 9 tahun lalu.
Gadis kecil itu membacanya kemudian mengangguk berlalu,
sampai dirinya beranjak dewasa dan mengerti bahwa itu adalah cara berpamitan darimu.
Tuan, 9 tahun bukan waktu yang singkat, yaa?
Tapi anehnya, rasa itu pernah terus melekat.
Dan kini ku memilih berhenti, tanpa kata ‘kenapa’ juga ‘karena.’
Tuan, kita sekadar berbagi langit yang sama, namun garis cakrawala yang berbeda,
kita juga menatap rembulan yang sama, namun dengan rasa yang sudah tak lagi sama.
Kepadamu, Tuan,
terima kasih sudah menjadi pelajaran hebat,
maaf untuk 9 tahun yang nekat, dan
tolong jadi manusia yang kuat serta sehat.
9 tahun, dan selesai.







