Home OKM Feminisme di Tengah Patriarki: Talkshow DEMA UIN Datokarama Palu Kupas Tuntas Isu...

Feminisme di Tengah Patriarki: Talkshow DEMA UIN Datokarama Palu Kupas Tuntas Isu Gender

174
0

PALU, LPMQALAMUN.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Datokarama Palu menggelar talkshow dengan tema “Feminisme dalam Genggaman Patriarki” pada Minggu (25/5/2025), di Aula Pascasarjana Kampus I UIN Datokarama Palu.

Kegiatan ini diangkat sebagai respons atas tingginya relevansi isu kesetaraan gender yang terus menjadi perhatian publik. Meskipun begitu, sistem patriarki dinilai masih mengakar dalam berbagai aspek kehidupan sosial. Talkshow ini menjadi ruang diskusi untuk mengupas tuntas dinamika feminisme dalam struktur masyarakat yang patriarki.

Ketua panitia, Zervina Rezkiya, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap isu-isu feminisme yang masih jarang dibahas secara menyeluruh.

“Tema ini kami angkat karena sangat relevan. Kami ingin mengajak mahasiswa untuk berdiskusi tentang bagaimana feminisme hadir dan berjuang di dalam struktur sosial masyarakat,” jelasnya.

Empat pemateri dari latar belakang organisasi berbeda turut hadir sebagai pemantik diskusi, yakni Moh. Africhal (HMI), Risdayanti (GMNI), Athirah Winarsih (Perempuan Mahardika), dan Syahrurrozy A. Badjeber (PMII). Pemilihan dua narasumber laki-laki dan dua perempuan dilakukan untuk menghadirkan sudut pandang yang beragam mengenai isu gender.

Talkshow ini juga dihadiri oleh ketua-ketua lembaga serta delegas dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Organisasi Kemahasiswaan (OKM).

“Masih banyak masyarakat yang belum memahami feminisme, terutama dalam konteks patriarki yang jarang dibahas secara terbuka,” tambah Zervina.

Ke depan, DEMA berencana terus mendorong gerakan keperempuanan, salah satunya dengan mengaktifkan kembali forum perempuan melalui media sosial seperti Instagram dan WhatsApp. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali semangat gerakan perempuan yang sempat vakum.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa menambah wawasan baik bagi perempuan maupun laki-laki. Dengan pandangan yang beragam, kita bisa bersatu memperjuangkan kesetaraan gender di era kini,” pungkasnya.

Wartawan: Alrihla, Kenarok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here