Home OKM DEMA UIN Desak Solusi Krisis Tambang lewat UIN Lawyers

DEMA UIN Desak Solusi Krisis Tambang lewat UIN Lawyers

151
0

PALU, LPMQALAMUN.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Datokarama Palu menggelar kegiatan UIN Lawyers pada Senin (23/6/2025), di Aula Pascasarjana UIN Datokarama Palu.

Forum tersebut mengusung tema “Masa Depan Sulteng Tertimbun Tanah Tambang”, membahas isu strategis seputar aktivitas pertambangan di Sulawesi Tengah yang dinilai merusak lingkungan dan mengancam masa depan daerah.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. H. Faisal Attamimi, S.Ag., M.Fil.I.

Turut hadir para ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai kampus di Kota Palu, antara lain Januardi (Ketua BEM Unismuh Palu), Marseal K. Lampy (Ketua BEM STIFA PM Palu), Moh. Rifki Reza (Ketua BEM Poltekkes Palu), dan Haikal (Ketua BEM UNISA Palu). Forum juga menghadirkan narasumber dari luar kampus, yakni perwakilan Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Dinas Tata Ruang, serta Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.

Ketua Panitia, Moh. Alamsyah, menjelaskan bahwa tema ini dipilih sebagai respons terhadap maraknya aktivitas pertambangan di Sulawesi Tengah yang berdampak pada lingkungan, tata ruang, dan kesehatan masyarakat.

“Kami menyoroti tambang ilegal yang semakin menjamur dan mengancam sumber daya alam di Sulteng. Mahasiswa harus mengambil peran dalam mengkritisi dan mencari solusi atas persoalan ini. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian kami sebagai generasi penerus terhadap masa depan daerah,” ujarnya

Ia juga menekankan bahwa isu tambang bukan lagi sekadar persoalan lokal, tetapi telah menjadi perhatian nasional. Salah satunya adalah tambang nikel terbesar yang berada di Kabupaten Morowali.

“Di sisi barat Teluk Palu, dekat dengan kampus kita sendiri, ada aktivitas tambang galian C yang sudah menelan korban. Belum lagi tragedi yang terjadi di tambang CPM. Semua ini menunjukkan bahwa isu pertambangan sudah menyentuh ruang hidup kita secara langsung,” tambahnya.

Namun, Alamsyah mengakui adanya tantangan dalam penyelenggaraan forum, salah satunya kesulitan menghadirkan perwakilan dari pihak perusahaan tambang.

Menutup wawancara, Alamsyah menyampaikan harapan agar forum ini tidak berhenti pada tataran diskusi.

“Kami akan menindaklanjuti hasil forum ini dengan menyusun berita acara yang akan ditandatangani oleh BEM se-Kota Palu. Dokumen tersebut akan kami serahkan langsung kepada Gubernur Sulawesi Tengah sebagai bentuk komitmen dan desakan moral dari mahasiswa terhadap isu pertambangan di daerah kita,” pungkasnya.

Wartawan: Pena, Cheart, Awan, Wafes.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here