PALU, LPMQALAMUN.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syari’ah (FASYA) UIN Datokarama Palu menggelar Seminar Nasional di Wisma Donggala, Sabtu (20/09/2025).
Mengusung tema “Prediksi Perekonomian Sedaerah Pasca Kebijakan Materi Keuangan PYS”, kegiatan ini resmi dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Syari’ah Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Drs. Ahmad Syafi’i, M.H.
Seminar tersebut menghadirkan dua pemateri. Pertama, Dr. Ir. Muhd Nursangadji, DEA, dosen tetap Universitas Tadulako. Kedua, anggota DPRD Sulawesi Tengah sekaligus Sekretaris Komisi I, Sami’un Lagi, S.Ag.
Ketua panitia, Putri Athifa, menjelaskan alasan menghadirkan kedua narasumber tersebut. Menurutnya, keduanya memiliki latar belakang yang relevan dengan tema seminar.
“Kami mengundang beliau karena dilihat dari profilnya, beliau merupakan seorang aktivis yang berjuang dalam bidang ini. Walaupun lebih fokus pada isu sosial, kami percaya beliau mampu menjawab persoalan yang kami angkat. Adapun pemateri kedua, Bapak DPRD, beliau adalah legislator di Sulawesi Tengah sehingga bisa memberi gambaran langsung tentang kondisi di lapangan,” ungkap Putri.
Lebih lanjut, Putri menuturkan pemilihan tema seminar didasari isu aktual yang sedang dihadapi masyarakat, khususnya terkait perekonomian di Sulawesi Tengah.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan, khususnya bagi mahasiswa, agar lebih memahami dan mampu menganalisis keadaan perekonomian yang ada di Sulawesi Tengah,” tambahnya.
Terkait persiapan kegiatan, Putri mengakui panitia sempat menemui sejumlah kendala. Namun, setiap kendala diselesaikan melalui rapat diskusi dan evaluasi.
“Yang namanya kendala pasti ada, tidak mungkin tidak ada. Maka dari itu, setiap kendala kami selesaikan dengan rapat diskusi dan evaluasi, untuk menanyakan perkembangan di setiap divisi,” jelasnya.
Sebagai penutup, Putri menyampaikan harapan agar kegiatan seminar ini dapat membuka cakrawala berpikir peserta.
“Saya berharap dengan adanya seminar nasional ini, semua delegasi dan teman-teman yang hadir bisa lebih kritis melihat kondisi perekonomian Indonesia yang saat ini boleh dikatakan lesu, sehingga semua orang sadar dan memahami persoalan ini,” tutupnya.
Wartawan: Tamsa






