Oleh: Moh Yusuf
Wartawan LPM Qalamun
Kita bukan saling menjauh,
hanya sedang menempuh jalan dengan arah yang berbeda.
Aku menetap di lembaga dengan segala beban di pundak,
sedangkan engkau melangkah pergi, mengukir masa depan lewat ilmu dan tekad.
Hari-hari kini tak lagi ditemani tawa dan canda bersama,
hanya sapa singkat yang menjadi penawar rindu di dada.
Namun kita tahu, ini bukan perpisahan sia-sia—
ini wujud ikatan yang matang: rela demi cita.
Aku menjaga cahaya di tempatku berdiri,
sementara kau menyusun harapan dalam buku dan mimpi.
Mungkin kita tak selalu bisa saling melihat,
tapi semangatmu tetap pelita di langkahku yang berat.
Biarlah waktu menjadi saksi,
bahwa perjuangan ini bukan akhir kisah persaudaraan kita nanti.
Sebab meski terpisah oleh jarak dan keadaan,
hati kita tetap berpaut—
dalam satu perjuangan, satu semangat, satu tujuan.







