Home CERPEN Kisah 3 Sekawan yang Tinggal Kenangan

Kisah 3 Sekawan yang Tinggal Kenangan

101
0

Oleh : Nurfadila
Pengurus Redaksional

Perkenalkan Namaku Joshua, Dan cerita ini bermula saat saya duduk di bangku sekolah di salah satu sekolah yang ada di kota palu.
Pagi itu suasana sangat cerah, tepat pula hari itu adalah hari pertama saya masuk sekolah dan saya sangat antusias untuk memulai cerita baru di sekolah ini.
“Josshh” teriak bapak memanggilku untuk berangkat ke sekolah.
Saya pun menjawab “Iyaa paahh saya sudah siap” seketika kamipun keluar rumah dan bapak nyalakan motor sambil berkata “Ayoo Naikkk nanti terlambat, ini hari pertamamu masuk loh” sayapun berkata “Ayoo pakk”
Sesampainya di sekolah saya di sambut dgn senyum oleh para guru dan salah satu guru berkata “halo siswa baru, selamat datang di sekolah kami” saya menjawab dengan semangat “terimakasih ibu guru, saya sudah tdak sabar untuk memulai cerita di sekolah ini” tak bertahan lama bell sekolahpun berbunyi menandakan waktu nya masuk kelas,. Dan kami di arahkan oleh seorang guru untuk mengenalkan diri masing-masing, saya duduk bersebelahan dengan orang yang belum saya kenal, dan sambil berbicara pelan dia menanyakan nama saya “halo kawan boleh saya tau namamu” saya pun menjawab “ohh iyaa namaku Joshua biasa di panggil Joshh”, Namaku Idam,” lanjutnya memperkenalkan diri., setelah memperkenalkan diri satu persatu, kamipun langsung belajar hari itu, setelah itu saya dan idam di hampiri oleh seorang teman kelas yang bernama Putri sambil berkata ” hey kalian, ada yang tau kantin dimana??” Idam pun menjawab “saya juga tak tahu dimana, bagaimana kalau kita cari bersama-sama, ayo, jawab Josh” seketika kami bertiga pun melangkah keluar kelas untuk mencari kantin yg ada di sekolah,. Tepat di depan kantin si putri bertanya dengan penjaga kantin tersebut ” tantee yang ini harga nya berapa?? Sambil menunjuk salah satu cemilan di kantin itu” Tante itupun menjawab “itu harga nya duaribu nak”, di dalam kantin idam menawarkan saya bubur kacang ijo, “josshh mau makan bubur kacang ijo?? Saya menjawab “ohh boleh-boleh, harga nya berapa yaah?? Tanya saya kembali kepada idam”, tante penjual kantin ternyata mendengar percakapan kami berdua dan langsung bersaut “itu limaribu harganya”, saya dan idam bergegas mengeluarkan uang dari saku masing-masing dan memberikannya kepada tante penjual di kantin itu,. Diluar kantin ternyata putri sdh ngemil sambil menunggu kami dan berkata ” kalian beli nya apa??, “ini bubur kacang ijo” jawab saya kepada putri. Setelah itu kami mengobrol sebentar bertanya alamat rumah masing-masing,. “Rumahku dijalan Ahmad Yani”. Jawab putri ketika saya tanya rumahnya dimana, dan putri bertanya kembali rumahmu dimana josshh ” ohh rumah saya di jalan kartini”, idam lalu bersaut ” ohh iya josshh rumah kita berarti dekatan yaahh, karena saya tinggalnya di sigma”. Sayapun kaget dan berkata “ohh yaahh, berarti boleh dong saya main kerumahmu kalau hari libur” idam menjawab dengan ceriaa “boleh tapi rumahku jelek” “nda boleh bicara seperti itu, kita semua sama aja” jawab si Putri sambil mengajak kami untuk kembali ke dalam kelas karena sebentar lagi jam pelajaran akan dimulai. Hari-Hari telah dilalui kami bertigapun makin akrab satu sama lain dan selalu mengingatkan ketika ada tugas rumah (PR) yang di berikan oleh guru,. Hari itu tepatnya hari Minggu saya dan putri berniat untuk mengerjakan tugas di rumah idam., “tok tok tok” suara pintu di ketok,. Dan bapakku membuka pintu itu, sayup-sayup terdengar suara “om joshhnya ada? ” Lalu bapakk menjawab “iyaa ada naakk, ayo masuk dulu, saya panggilkan Joshh nya yaah”, “mendengar suara itu saya membuka pintu kamar, lalu berkata ehhh putri sudah siap kerja tugas?? Bapakku bertanya “mau kerja tugas dimana nak?? Saya menjawab dengan penuh harap “pak kami mau kerjakan tugas dirumah idam teman kami, rumahnya dekat dari sini, boleh antarkan kami kesana?? Bapak menjawab “Ayo, asalkan kerja tugas nya yang betul tidak datang main-main dirumah orang”, tidak berselang lama kami pun di antar oleh bapakku, dan sampailah dirumah idam,. Ternyata idam sdh lama menunggu kami di depan rumahnya “ku kira kalian tidak jadi kesini” tanya idam saat kami baru saja tiba”, saya dan putri pun hanya tersenyum ketika mendapat pertanyaan itu,. Sampai di rumah idam “siapa itu nak”, sebuah tanya dari arah dapur idam, “idam menjawab ini teman sekelasku di sekolah mak” terdengar langkah kaki keluar menghampiri kami, sambil berkata “silahkan dimakan nak yaah, seada nya saja ini,” pisang goreng dan teh hangat” disajikan ke kami, siputri pun nyeletuk “Wahhh tante, terimakasih, kami sdh merepotkan Tante hari ini, “dimakan saja nak, biar nda lapar saat belajar”, lalu kami pun belajar, sambil sesekali berhenti karna makan pisang goreng yang telah di suguhkan oleh mamak nya idam., jam pun sdh mulai berlalu, kami berpamitan dengan idam dan mamaknya “Tante kami pulang dulu yah,, “iyah dam ini sdh siang kami pulang dulu” tambah si putri, “hati hati dijalan,” jawab idam.”

Hari-Hari pun berlalu dan cerita ini kami singkat di hari itu tepatnya kami sudah kelas 3 di bangku sekolah SMP dan tiba saatnya pelulusan,. Kami bertiga pun bertanya satu sama lain “kalian mau lanjut sekolah dimana?? Tanya putri kepada kami, “saya lanjut di Aliyaah Alkhairaat,” jawab idam”, kalau kamu josshh” tanya putri kembali,. “Sepertinya saya lanjut sekolahnya di luar kota, “eehh dimana tuhh” tanya putri sambil penasaran, “di balikpapan, karena ibuku ada disana, dia memintaku untuk sekolah disana” jawabku kembali, “yaahhh kita berarti berpisah dong, padahal kita sudah berteman akrab tiga tahun terakhir, sayang sekali yaahh,” putri dan idam tiba-tiba jadi sedih mendengar jawaban saya tadi,. Lalu saya menghibur mereka untuk datang kerumah, makan bersama dan bersenang-senang sebelum berpisah,. “Josshh nanti kalau disana jangan lupakan kami berdua yaahh, “celetuk idam sambil kami makan bersama dirumah,. “Iyaa Joshh sesekali balik palu lagi yaahh biar kita bisa jalan sama-sama lagi” tambah si putri dengan wajah penuh harap. “Iyahh kalian sahabaat terbaikku yang sudah ku anggap sebagai saudara sendiri, nanti kita tukaran WhatsApp biar bisa komunikasi terus” jawabku sambil makan,.

Hari pun berlalu, tibalah saatnya saya menuju bandara untuk ke kota Balikpapan dan ternyata putri dan juga idam ikut mengantarku ke bandara “josshhhhh” teriak putri dari parkiran bandaran saat melihat saya bergegas, sayapun terharu melihat kedatangan mereka berdua, “Josshh jangan lupa yaahh berkabar kalau sudah sampai disana,” celetuk idam sambil memelukku, “iyaa josshh tetap ingat kami berdua disini yaahh” lanjut si putri,. Kamipun bersalam salaman sambil tersenyum dan di hiasi raut wajah yang sedih satu sama lain, ” senang bisa jadi teman baru di hidup kalian, dan senang bisa jadi keluarga untuk saya di palu,. Jawab saya kepada mereka berdua. Tak berselang lama bapakku berkata “ayo josshh kita siap-siap sudah di panggil” kamipun berpisah di bandara hari itu, dengan sedih sambil mereka berdua melambaikan tangan ke arah saya dan bapak, dan mereka penuh harap agar saya bisa kembali lagi ke palu.

Beberapa jam kemudian, Sampai lah saya di kota Balikpapan dan bergegas menuju rumah ibu, sampai dirumah sayapun langsung mengeluarkan hp dari saku dan menelfon mereka berdua lewat saluran video call “halo dam, put, saya sudah sampai di balikpapan,. “Wahhh jangan lupa berbagi cerita ke kami yaah josshh bagaimana pengalaman hidupmu dsitu nanti nya,” jawab putri” idam lalu berkata “Josshh balik palu lagi yaahh, kita kerja tugas di rumah” sambil tertawa kamipun hanya bisa mengingat kembali masa-masa sekolah di SMP itu, dan sayapun menjawab mereka berdua “kenangan itu akan tetap jadi ingatan saya disini, sampai kapan pun”.

Selang beberapa hari kemudian saya duduk di ruang tamu, lalu mendengar suara dari balik pintu rumah, saya berharap itu suara putri dan idam., ketika saya membuka pintu, ternyata tidak ada siapa siapa, saya hanya ber ilusi ternyata. Dan sekian kisah ini berakhir semoga pembaca dapat menikmati alur cerita kamu bertiga yang sudah menjadi kenangan. Semoga cerita ini bisa menghibur kalian semua.

Note: cerita hanya fiktif belaka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here