Oleh : Nurfadila
Pengurus Redaksional
Kisah ini bermula dari sebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota, ada seorang gadis bernama santi yang usia nya masih cukup belia dan duduk di bangku SMP kelas 1, dia hidup bersama ibu dan kakak nya di sebuah rumah yang cukup sederhana. Sehari-hari nya dia menghabiskan waktu di sekolah dan terkadang membantu ibu nya bertani. Sebut saja nama ibu nya bu mila dan kakaknya bernama rani.
Ayahnya telah lama meninggal dunia sewaktu dia masih berumur 9 tahun, namun ayahnya meninggalkan seekor domba peliharaan kepada mereka semua. Domba itu di urus secara bergantian oleh ibu dan kakak nya. Waktu terus berputar, tiba lah saatnya kakaknya bernama rani mengajak santi untuk menggembala kan domba yang jadi salah satu warisan dari ayahnya. ” Ini domba punya siapa kak” celetuk Santi sambil memberi makan domba tersebut,. “Ini domba punya bapak yang di pelihara sama ibu semenjak bapak meninggal” jawab rani.
“Ehh kak ini sudah ada nama nya? Belum?” Tanya Santi kembali,. “Nda usah pake nama-nama segala yang penting dia makan dan sehat” jawab rani dgn nada tinggi. “Loh harus ada nama nya kak biar kita dia juga punya identitas seperti kita manusia”. Jawab Santi kembali kepada sang kakak,. “Terserahmu sajalah mau pake nama atau tdak, yang penting ini domba jaga baik-baik sering di kasi makan biar dia cepat punya anak”. Rani menjawab. “Yasudah kalo gitu saya kasi nama dia Lala yaah, kan dia betina nih jadi cocok nama Lala, biar gampang di ingat”. Jawab Santi dengan semangat,.
Keesokan hari nya, “kreeeeekkk” bunyi pintu terbuka, rupanya ibu Santi membangunkan Santi untuk sekolah. “Naakk ayo bangun mandi, sdh jam 6 lwat loh, belum lagi sarapan” kata ibu mila saat membangunkan Santi. Dengan wajah yang masih setengah sadar, Santi berusaha bangun dari tempat tidurnya dan bergegas menuju kamar mandi,. Tak lama kemudian Santi berkata ” Makk aku sarapan nya dikit aja yaah takut terlambat ke sekolah” Emaknya menjawab “bawa bekal aja nak kalo gitu, biar nanti makan nya di sekolah nda terburu-buru juga, tunggu, di siapkan dlu sama emak,. Tak lama kemudian bekal siap dan Santi pun bergegas ke sekolah sembari menyapa si domba yang di beri nama Lala di samping rumahnya ” halo Lala nanti aku pulang sekolah kita main lagi yaah ke sawah,.
Hari-hari Santi tidak begitu istimewa di karenakan tidak ada teman yang begitu dekat dengannya, semua temanpun di sapa dengan seada nya saja. “Teng Teng Teng” bunyi bell sekolah yang di pukul manual oleh seorang guru, menandakan bahwa jam pulang telah tiba, dan santipun bersemangat sambil berjalan dan berlari kecil, dia menuju rumah nya dan tak sabar bertemu si Lala,. Setiba nya dirumah Santi pun berganti pakaian lalu ke samping rumahnya bertemu si lala, sambil membuka pintu kandang, Santi pun menarik Lala untuk keluar dan membawa nya ke hamparan sawah, agar si Lala bisa makan sisa-sisa helai padi dari hasil panen petani.,
Hari terus berganti, Santi pun sudah terbiasa dan semangat untuk mengurusi Lala., melihat itu, Kakak dan ibu nya pun sudah menaruh rasa percaya kepada Santi untuk mengurus domba itu yang Santi beri nama Lala,. Hari itu, Santi berniat untuk memandikan Lala, kebetulan tetap di dekat rumahnya, ada saluran air yang cukup deras dan juga bersih, Santi pun menarik seutas tali yg di gantungkan di leher Lala, dan membawa nya menuju selokan tersebut “Lala harus mandi biar bersih dan sehat, nih aku sudah siapkan sabun mandi untuk Lala” celetuk Santi sambil menggosok badan si Lala,. Keakraban Santi dan Lala pun terus berjalan sampai bertahun-tahun lama nya,.
Dan tanpa di duga pada suatu hari, Santi yang masih berada di sekolah tidak mengetahui sama sekali kalau Lala sedang sakit karena keracunan. Rani, kakak Santi mencoba meminumkan obat yang di dibeli nya dari kios kepada Lala, namun obat itu nampak tidak memberikan efek apa apa kepada Lala,. Tak lama kemudian Santi datang, dan kaget melihat Lala yg sdh lemah terbaring sambil badan nya di usap-usap oleh Rani kakaknya, lalu Santi bertanya dengan raut wajah yang sedih “kak, Lala kenapa bisa bgini??” Rani pun menjawab dengan lembut “Ndak tau dek, mungkin dia keracunan,” “apa nda ada obat untuk dia kak??” Tanya Lala kembali,. “Mamak lagi ke hutan katanya cari dedaunan untuk di jadikan obat buat Lala”. Lalu haripun nampak mulai gelap, tibalah mamak dari hutan membawa dedaunan untuk dibuat ramuan dan diminumkan kepada Lala,” “ttuk tttukk ttuukk” suara yang asal nya dari dapur, ternyata mamak sedang memasak dedaunan tadi, dan tak lama kemudian jadilah minuman untuk si Lala, dengan penuh harap mamak, Rani dan Santi meminumkan ramuan itu ke Lala, dengan raut wajah yg sedih dari ketiga nya. Keesokan hari nya, Santi pun bergegas keluar menuju kandang si Lala,. Dia pun kagettt sambil berteriaakk kuatt “maaakkkkkk, kakakkkkk” teriaknya di dengar oleh mamak dan kakak nya si rani, lalu merekapun gelagapan keluar dari rumah mendengar teriakan santi.
Dan ternyata, Lala…………..
Cerita ini bersambung.







