Home PUISI ‎Kehangatan yang Membisu

‎Kehangatan yang Membisu

64
0

Oleh : Sirajul Fuad
Wartawan Magang

‎Di jendela; semakin kecil, semakin samar. Aku peluk bantal erat-erat, berharap itu adalah sisa kehangatan kalian.

‎Aku jadi ahli dalam berpura-pura ceria, senyum lebar saat kalian pulang, menyembunyikan bekas gigitan di bibir karena terlalu cemas.

‎Aku tidak minta hadiah besar—hanya sebuah jeda dari kalian berdua, untuk melihat, bahwa anak ini nyata dan bukan proyek yang harus sukses.

‎Lama-lama, aku mengerti: lentera itu memang tak akan kunyalakan. Aku tak butuh itu lagi. Aku butuh kegelapan yang mengajarkan cara berdiri.

‎ Aku akan biarkan bayangan ini menjadi kulit yang tebal, melindungi aku dari janji palsu dan senyum basa-basi yang mematikan.

‎ Aku akan berjalan sunyi, tanpa mengharapkan uluran tangan yang tak ada. Dan saat kalian akhirnya mendongak dan menyadari, aku sudah terlalu jauh, menjadi orang asing yang kalian lahirkan, bukan yang kalian rawat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here