Oleh: Abdul Wahid Ansori
Wartawan LPM Qalamun
Indonesia, tanah airku,
Masih tegak di tengah riuhnya zaman.
Hutanmu digunduli, lautmu diperas,
Namun semangatmu tak pernah pupus,
meski luka kerap menoreh di dada.
Di jalan-jalan kota, bendera tetap berkibar,
Namun hati sebagian anak bangsa retak.
Perbedaan sering dijadikan senjata,
Padahal Bhinneka ialah ruh yang menyatukan kita.
Rakyat kecil menjemput rezeki dengan peluh,
Sementara gedung-gedung tinggi menara ambisi.
Keadilan masih menanti panggilan,
Namun doa Ibu Pertiwi tak pernah padam.
Wahai Indonesia,
Engkau laksana perahu di tengah gelombang—
Kadang oleng, kadang hampir karam,
Namun layar persatuan selalu bisa ditegakkan.
Kami, anak-anakmu,
Ingin kembali menenun persaudaraan,
Menghidupkan gotong-royong yang nyaris terlupa,
Agar engkau tetap jaya,
Sebagai rumah bagi setiap jiwa.







