Oleh : Mohammad Hilman
Wartawan Magang
Di bawah atap yang menampung cuaca,
Ada cerita tentang tawa dan air mata.
Rumah bukan sekadar ruang yang terbuka,
Melainkan pelukan hangat yang tak pernah sirna.
Pintu yang berderit memanggil kenangan,
Setiap sudut menyimpan jejak perjalanan.
Di sanalah hati merawat harapan,
Dan belajar tumbuh tanpa kehilangan.
Rumah adalah doa yang tak bersuara,
Yang menjaga kita dalam diamnya malam.
Tempat di mana lelah menemukan istirahatnya,
Dan langkah kembali menemukan arah pulang.
Pada akhirnya, rumah adalah cinta,
Yang tidak selalu megah namun penuh makna.
Tempat di mana jiwa merasa diterima,
Dan hidup kembali terasa sederhana.







