Oleh : Miftahul Jannah
Wartawan Magang
Kadang aku memilih diam,
bukan karena tak punya kata,
melainkan pikiranku sibuk
mencari arti yang paling benar.
Tak semua yang terpikir harus menjadi suara,
sebab tak semua dapat diterima dunia.
Ada kata yang lebih baik tinggal di kepala,
ada pula yang keluar lalu menimbulkan sesal.
Berbicara bukan sekadar menggerakkan bibir,
tetapi menimbang hati dan logika
agar yang lahir adalah ketenangan,
bukan sekadar bunyi.







