Home CERPEN Akhir yang Asing

Akhir yang Asing

44
0

Oleh: Nayla Faza Kamila
Wartawan Magang

Aca bersama teman-teman dan sepupunya masih berbincang tentang tujuan setelah dari walkot mau ke mana. Akhirnya, semua sepakat ke rumah Aca dan sepupunya.

“Berarti sudah pasti ini ke rumahku toh?” tanya sepupunya Aca kepada teman-temannya.
“Iyo, di rumahmu saja,” jawab salah satu temannya Geisha.

Setelah itu, semuanya bergegas menuju rumah Anara dan sepupunya. Sesampainya di rumah Anara, teman-teman Geisha bergegas bersih-bersih karena mereka basah kuyup, sembari Anara dan Geisha juga ikut bersih-bersih. Setelah semuanya beres, salah satu teman Geisha datang terlambat karena singgah membeli makanan.

Setelah semuanya selesai makan dan bersih-bersih, tiba-tiba Geisha bicara.
“Ehh, Rio, kau temau kenalan sama sepupuku kah? Dia ada di kamar itu. Yakin temau?” tanyanya Geisha kepada Rio yang tengil sedikit.
“Ahh… kau jo, Geisha. Malu ba apa juga nanti dibilangnya sok asik,” kata Rio sambil malu-malu.
“Bahh, yang betul saja kau ini, Rio,” jawab Geisha sambil tertawa.

Waktu menunjukkan subuh, teman-teman Geisha bergegas untuk pulang.

Keesokan paginya di kampus, Geisha dan teman-temannya lagi kumpul di bawah gedung, tepatnya di parkiran, sambil bercerita. Tiba-tiba ada notifikasi dari handphone Geisha, pesan dari Aca, “Eh, bmn mu itu?” Geisha cuma membaca pesan itu lewat notifikasi dan teringat kalau ia belum kasih tahu ke Rio untuk ngechat Aca.

“SV, Rio,” notifikasi dari nomor yang tidak dikenal muncul di handphone Aca. Aca yang lagi siap-siap ke kampus langsung mengambil handphone-nya untuk melihat siapa yang ngechat. Raut wajah Aca pun berubah menjadi sangat excited, seperti orang pertama kali merasakan butterfly. Mereka berdua saling chat sampai berpindah tempat, dari kampus lanjut ke Qball.

Aca ngepap ke Rio kalau dia lagi di Qball bersama Vini dan Kak Kania. Mereka masih lanjut chatting sampai Aca bolak-balik mengecek handphone-nya.

Di dalam room chat Aca dan Rio:
“Anak-anak billiard,” balas Rio.
“Dengan siapa kita?” tanya Rio.
“Dengan temanku,” balas Aca.
“Temau ke sini?” tanya balik Aca.
“Berapa orang?” tanya Rio.
“2 orang saja,” balas Aca.
“Sebentar ke situ, tunggu selesai ini,” jawab Rio yang sedang masuk mata kuliah coding di laboratorium informatika.
“Serius ini? Bawa temanmu?” tanya Aca sambil senyum sendiri.
“Iyee, aman itu,” balas Rio.

Setelah chattingan, Aca menyimpan handphone-nya di meja billiard dan membuka obrolan untuk minta izin ke Vini dan Kak Kania kalau Rio dan temannya datang ke Qball. Walau ia tahu bakal diizinkan, cuma karena tidak enak, takutnya mereka tidak nyaman, jadi Aca tetap minta izin.

“We, te papa Rio ke sini dengan temannya?” tanya Aca ke Vini dan Kak Kania.
“Iyo, panggil saja, biar rame,” jawab serentak mereka berdua.

Beberapa saat kemudian, Rio dan temannya datang. Mereka lanjut bermain, dan Aca kaget ternyata teman yang dimaksud Rio itu Dhafian, HTS-an Geisha. Selesai main, mereka pun keluar dari Qball.

“Kau temau ikut ke brkh Tinombala sama dorang Geisha?” tanya Aca ke Rio.
“Tau Dhafian ini, saya ngikut dari dia saja,” balas Rio, lalu langsung tanya ke Dhafian, “Kau mau ikut ke sana dengan dorang Geisha?”
Dhafian cuma diam sambil berjalan ke arah motornya.
“Nanti lihat, ke rumah dulu saya,” balas Dhafian saat sudah sampai di parkiran motor.

Mereka berdua pun naik motor, dan Rio pamit duluan ke Aca. Setelah itu, mereka melajukan motor masing-masing.

Di sisi lain, Aca dan teman-temannya masih ngobrol dan bingung habis ini mau ke mana. Aca mengajak ke brkh Tinombala, tempat Geisha, Tiana, dan yang lainnya berada.

“Eh, sama dorang Geisha torang?” tanya Aca.
“Marijo, tetau mau ke mana sudah,” balas Vini.

Aca pun bertanya ke Kak Kania mau ikut atau tidak. Kak Kania menjawab tidak ikut karena sudah dicari orang rumahnya. Mereka pun berpisah di Qball karena sudah beda arah.

Sesampainya di brkh Tinombala, Vini dan Aca langsung mencari tempat di mana Geisha dan teman-temannya duduk. Saat melihat Geisha, Aca dan Vini menyamperin meja mereka. Mereka saling menyapa, lalu duduk sebentar sebelum masuk ke dalam untuk memesan minuman.

Setelah memesan minuman, ternyata salah satu temannya Geisha dan Tiana mau pulang karena sudah mau magrib. Mereka sempat ditahan oleh Geisha, tetapi tetap pulang karena takut dicari orang rumah.

Setelah mereka pergi, tiba-tiba datang Rio dan Dhafian dari arah belakang Aca. Aca kaget karena tidak ada kabar dari Rio kalau jadi ke brkh Tinombala. Mereka berdua pun duduk, lalu Geisha membuka obrolan.

“Kenapa bisa langsung main billiard kamu dua ini? Perasaan baru tadi saya kasih nomornya Aca sama kau, Rio?” tanya Geisha.
Rio cuma ketawa malu.

Mereka berlima pun bercerita tentang kenapa Aca dan Rio bisa cepat ketemu padahal baru kenalan. Tiba-tiba teman-temannya Vini datang menyamperin ke meja mereka. Walau Vini sudah kasih tahu, Dhafian dan Rio tetap kaget karena mereka tidak tahu apa-apa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here