Home OPINI Saat Kecerdasan Menjadi Alibi Sebuah Kejahatan

Saat Kecerdasan Menjadi Alibi Sebuah Kejahatan

29
0

Oleh : Ahmad Juno Diansyah
Jurusan : Pengembangan Masyarakat Islam
Wartawan LPM Qalamun

Tidak semua keburukan tampil dengan wajah kasar dan terang-terangan. Sebagiannya dikemas melalui konstruksi rasional. Inilah bentuk kebusukan paling berbahaya: ketika akal digunakan bukan untuk mencari kebenaran, melainkan untuk membenarkan kejahatan.

Kecerdasan yang seharusnya menjadi cahaya justru dipelintir menjadi alat kamuflase. Dalih akademik, jargon moral, dan retorika rasional disusun sedemikian rupa untuk menutupi niat yang busuk. Yang keliru dipoles agar tampak wajar, yang zalim dijelaskan agar terdengar masuk akal. Pada titik ini, kecerdasan kehilangan fungsi etisnya dan berubah menjadi senjata manipulasi.

Lebih ironis lagi, keburukan yang cerdas sering mendapat tepuk tangan. Masyarakat kerap terpesona oleh kepiawaian berargumen, lupa menguji arah dan dampak dari gagasan tersebut. Logika dipuja, sementara nurani disisihkan. Akibatnya, kebohongan yang sistematis dianggap kecerdikan, dan ketidakadilan yang terencana disebut strategi.

Bahaya utama dari keburukan yang dibungkus kecerdasan adalah kemampuannya merusak tanpa disadari. Ia tidak memaksa, tetapi meyakinkan. Tidak mengancam, tetapi melenakan. Perlahan, batas antara benar dan salah menjadi kabur, hingga keburukan diterima sebagai keniscayaan rasional.

Pada akhirnya, kecerdasan tanpa etika hanyalah kecakapan yang kehilangan arah. Ia mungkin mampu memenangkan perdebatan, tetapi gagal menjaga kemanusiaan. Sebab kecerdasan sejati tidak diukur dari seberapa lihai membela kesalahan, melainkan dari keberanian menolak keburukan, meski dibungkus dengan argumen paling cemerlang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here