SIGI, LPMQALAMUN.com — Standar fasilitas ruang belajar di Kampus II Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Datokarama Palu menjadi sorotan mahasiswa karena dinilai kurang memadai untuk mendukung proses perkuliahan.
Seorang mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), berinisial ‘CP’, mengungkapkan bahwa fasilitas belajar mengajar di dalam kelas masih minim.
“Kondisi fisik ruangan cenderung kurang menunjang. Terdapat ruangan dengan lantai yang sudah tidak rata, plafon yang jebol, hingga perembesan air saat hujan. Bahkan, sarana dasar seperti meja dosen pun masih ada yang belum tersedia,” ungkapnya saat diwawancarai oleh kru LPM Qalamun, pada Rabu (22/04/2026).
Selanjutnya, seorang berinisial ‘FM’ yang merupakan mahasiswa Prodi PAI menegaskan bahwa kualitas sarana prasarana sangat penting terhadap motivasi belajar mahasiswa.
“Sangat besar pengaruhnya terhadap konsentrasi. Mahasiswa sulit untuk fokus dalam diskusi intensif apabila kondisi ruangan sangat panas. Selain itu, fasilitas pendukung seperti proyektor dan media digital lainnya masih sangat minim jika dibandingkan dengan kampus satu,” tegasnya.
“Bahkan toilet yang bocor di sini sangat-sangat tidak layak, bukan lagi layak. Banyak mahasiswa yang ingin buang air kecil dan buang air besar harus pergi ke kos teman yang terdekat dari kampus,” tambahnya.
Adapun inisial ‘K’ yang merupakan Mahasiswa Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) menilai bahwa area parkir yang masih berupa lapangan terbuka tanpa pelindung, berpotensi merusak aset pribadi mahasiswa.
“Penting sekali perbaikan parkiran. Banyak sekali kendaraan mahasiswa yang kepanasan. Bahkan, saking ekstremnya paparan suhu di area parkir, beberapa ban motor mahasiswa sampai pecah,” tuturnya.
Terakhir, mahasiswa meminta pimpinan kampus segera melakukan peninjauan lapangan dan merealisasikan perbaikan fasilitas yang dinilai belum memadai untuk mendukung kualitas pendidikan di FTIK.
Wartawan: Huwairah, Belle, Shihab







