PALU, LPMQALAMUN.com – Hannah Asa Indonesia menggelar edukasi literasi keuangan bertajuk Financially Empowered, Environmentally Inspired Bootcamp Batch 79 di Gedung Inspirasi Ecoton, Kabupaten Gresik, pada Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan generasi muda sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, ST., AWP., QWP., CFP., AEPP., QLP., mengatakan masih terdapat kesenjangan antara penggunaan layanan keuangan dan pemahaman masyarakat dalam mengelolanya.
“Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis OJK dan BPS, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 66,46 persen, sementara tingkat inklusi keuangan mencapai 80,51 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang telah menggunakan produk dan layanan keuangan, namun belum seluruhnya memiliki pemahaman yang memadai dalam mengelolanya.
“Kesenjangan inilah yang perlu terus diperbaiki melalui edukasi yang berkelanjutan,” tambahnya.
Menurut Mardiyah, generasi muda masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti penghasilan yang tidak stabil, belum memiliki dana darurat, serta belum memiliki tujuan keuangan yang jelas.
Ia juga menyoroti dampak financial stress terhadap kesehatan, yang dapat ditandai dengan perubahan suasana hati, gangguan tidur, hingga munculnya keluhan fisik akibat tekanan berkepanjangan.
“Karena itu, literasi keuangan bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan kebutuhan hidup yang sangat penting,” jelasnya.
Ia berharap literasi keuangan dapat menjangkau lebih banyak generasi muda di berbagai daerah.
“Kami percaya perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Melalui edukasi yang tepat, setiap individu memiliki kesempatan membangun masa depan yang lebih sejahtera, berdaya, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperluas akses literasi keuangan agar tidak ada generasi yang tertinggal dalam mempersiapkan masa depan.
Wartawan: Athalia







