Home Kemitraan Hannah Asa Dorong Mahasiswa Tetapkan Financial Goals

Hannah Asa Dorong Mahasiswa Tetapkan Financial Goals

13
0

PALU, LPMQALAMUN.com— Hannah Asa Indonesia menggelar Bootcamp Batch 104 bertajuk *“From Economic Thinking to Financial Action”* di BTE 2–3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad), Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut mendorong mahasiswa memahami pengelolaan keuangan secara terarah, mulai dari menetapkan tujuan finansial (financial goals) hingga mempersiapkan dana darurat.

Narasumber kegiatan, Ihsanul Akmal, AWPS., menyoroti kebiasaan mahasiswa dalam menabung yang dinilai masih kerap dilakukan karena mengikuti tren di media sosial, tanpa didasari tujuan finansial yang jelas.

“Hal yang menjadi kesalahan orang menabung yaitu mereka tidak punya tujuan. Mereka hanya FOMO dan mengikuti tren di sosial media,” ujarnya.

Menurut Akmal, pengelolaan keuangan perlu dimulai dengan menetapkan *financial goals* agar setiap uang yang dimiliki memiliki tujuan dan alokasi yang jelas.

Ia menilai uang tidak semestinya hanya digunakan untuk memenuhi keinginan secara impulsif, tetapi juga perlu dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang.

“Untuk mencapai suatu kebebasan finansial perlu yang namanya pengorbanan dan perlu menahan dari keinginan-keinginan sesaat,” tuturnya.

Akmal juga menegaskan bahwa pengelolaan keuangan perlu disesuaikan dengan kondisi finansial masing-masing. Dengan memahami kemampuan keuangan, mahasiswa dapat menentukan alokasi yang realistis tanpa memaksakan diri mengikuti gaya hidup orang lain.

Selain menabung, ia menekankan pentingnya mempersiapkan dana darurat sebagai cadangan untuk menghadapi kebutuhan yang tidak terduga. Dana tersebut dapat digunakan ketika mahasiswa menghadapi pengeluaran di luar rencana.

Salah satu langkah yang dapat diterapkan, kata Akmal, ialah membagi alokasi keuangan ke dalam tiga bagian, yakni kebutuhan, keinginan, dan investasi.

Melalui pengelolaan keuangan yang terarah, mahasiswa didorong membangun kebiasaan finansial berdasarkan kemampuan dan tujuan masing-masing, bukan sekadar mengikuti tren.

Wartawan: Virtuous

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here