PALU, LPMQALAMUN.com — Dana beasiswa Berani Cerdas bagi mahasiswa UIN Datokarama Palu belum dicairkan meski proses administrasi calon penerima telah rampung. Saat ini, pihak kampus masih menunggu jadwal penyaluran dana dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Program Berani Cerdas memiliki dua kategori penerima, yaitu afirmasi dan prestasi. Kategori afirmasi ditujukan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, salah satunya dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu. Sementara itu, kategori prestasi ditentukan berdasarkan capaian akademik mahasiswa yang dibuktikan melalui Kartu Hasil Studi (KHS).
Wakil Rektor II UIN Datokarama Palu, Prof. Dr. Hamlan, M.Ag., menjelaskan bahwa verifikasi dan validasi dilakukan untuk memastikan calon penerima berstatus mahasiswa aktif dan tidak menerima beasiswa lain secara bersamaan, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP).
“Yang jelas secara administratif sudah terproses, sudah selesai semua prosesnya,” jelasnya saat diwawancarai oleh kru LPM Qalamun, Rabu (21/10/2026).
Setelah proses verifikasi dan validasi rampung, calon penerima akan memperoleh surat jaminan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang ditandatangani Sekretaris Provinsi.
Menurut Hamlan, surat tersebut menjadi dasar bagi kampus untuk mengubah status pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada sistem bagi mahasiswa yang telah mendapat jaminan sebagai calon penerima.
Namun, mahasiswa yang belum memperoleh jaminan hingga batas waktu pembayaran UKT disarankan membayar secara mandiri terlebih dahulu. Langkah ini dilakukan agar mahasiswa tetap berstatus aktif, dapat mengisi Kartu Rencana Studi (KRS), dan mengikuti perkuliahan.
Hamlan mengungkapkan, mahasiswa yang belum mendapat jaminan dan belum membayar UKT berisiko tidak dinyatakan aktif sehingga terkendala dalam pengisian KRS.
“Penting untuk memastikan statusnya di Berani Cerdas, valid dokumen yang dia ajukan sesuai persyaratan dari Berani Cerdas,” ungkapnya.
“Kalau sudah batas waktu pembayaran UKT belum membayar, maka bagus bayar dulu sendiri baru dikembalikan uangnya,” tambahnya.
Terkait mekanisme penyaluran dana, Hamlan menjelaskan bahwa proses tersebut melibatkan beberapa tahapan.
“Jadi, panjang prosedurnya. Kalau sudah dipastikan dia penerima Berani Cerdas dan sudah cair uangnya di Bank Sulteng, kemudian Bank Sulteng sudah mengirim uang itu ke Bank BNI, baru Bank BNI akan mengirim ke masing-masing nama mahasiswa untuk dibayarkan UKT-nya,” jelasnya.
Hingga saat ini, pihak kampus masih menunggu jadwal penyaluran dana dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ke rekening penampungan. Jadwal tersebut menjadi salah satu tahapan yang ditunggu sebelum dana beasiswa dapat digunakan untuk pembayaran UKT mahasiswa.
Wartawan Magang: Bujang, Aether, Ani, Lenn, Ciel, Arlena







