Oleh: Musfira Fahma Amalia
Wartawan LPM Qalamun
Lihatlah Chandra itu,
ia bukan sekadar benda langit biasa.
Ia pernah bersinar terang,
saat Sayyidul Anbiya lahir ke dunia.
Ia pernah terbelah,
bukan oleh pedang,
tapi oleh isyarat tangan Rasulullah—
menjadi saksi keajaiban kenabian.
Chandra yang pernah ditatap oleh matanya,
mata yang penuh kasih untuk umatnya.
Chandra itu pernah menemaninya,
saat ia berjalan sendiri di malam yang sunyi.
Dan kini,
berabad setelah kepergiannya,
aku masih menatap Chandra yang sama.
Bagiku, ia indah dan tak pernah bosan kupandang.







