Oleh: Muhammad Al-Fitrah
Wartawan LPM Qalamun
Di saat orang lain menertawakanku, di saat aku terjatuh, kau datang dengan mengulurkan tanganmu kepadaku. Tanpa sadar, aku mulai mempercayai bahwa cinta dan sayang itu masih ada. Dan aku melihat tangan tersebut dengan keikhlasan.
Kemudian aku memandang wajah yang sejuk, bagai hembusan angin di waktu gerimis; wajah yang sangat anggun, bagai bunga yang ditiup oleh angin pagi; yang begitu indah, bagaikan sinar matahari yang memasuki gelapnya dunia.
Akankah wajah yang sesempurna ini akan abadi? Bagiku, wajah tersebut selamanya abadi dalam ingatan, walau usiaku telah termakan oleh waktu.
Wajah itu akan selalu aku abadikan di kertas, dan aku tuliskan dengan sebaik-baik pena, agar engkau mengetahui bahwa wajah itu sangatlah sempurna bagiku.







