PALU, LPMQALAMUN.com – Himpunan Mahasiswa Arsitektur (Hima-ArVist) Fakultas Sains dan Teknologi (FSAINTEK) UIN Datokarama Palu menggelar Workshop Design Evolution: From Pencil to Pixel di Gedung Islamic Center Kampus I UIN Datokarama Palu, Kamis (04/08/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Masa Depan dari Sketsa ke BIM” ini dibuka langsung oleh Ketua Jurusan Arsitektur, Mohammad Syafaat, S.E., M.SE.
Dalam sambutannya, Syafaat menekankan pentingnya kegiatan tersebut sekaligus mengingatkan mahasiswa baru mengenai penyusunan Kartu Rencana Studi (KRS). Setelah diajukan dan disetujui, KRS wajib dicetak, disahkan dosen penasihat akademik, lalu diserahkan ke prodi.
“Bagi adik-adik mungkin terlihat sepele, tapi bagi prodi ini sangat penting. Tanda tangan KRS juga menjadi penanda progres akademik setiap mahasiswa,” tegasnya.
Ia menambahkan, workshop ini menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa, khususnya angkatan 2024 dan 2025, untuk mengenal perkembangan dunia arsitektur sekaligus menyeimbangkan metode tradisional dan teknologi modern, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).
“Kita tidak bisa menolak perkembangan AI, tapi jangan sampai sepenuhnya bergantung. Jika suatu saat internet hilang, kemampuan manual tetap sangat penting. Karena itu, adaptasi sekaligus menjaga tradisi perlu dilakukan,” jelasnya.
Workshop ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari dengan menghadirkan narasumber berbeda. Pada hari pertama, materi desain manual dibawakan oleh mahasiswa Arsitektur angkatan 2023, sedangkan materi berbasis perangkat lunak disampaikan oleh dosen Universitas Tadulako (UNTAD), Dr. Ir. Ar. Irdinal Arief, S.T., M.T.
Ketua panitia menjelaskan, tema “From Pencil to Pixel” dipilih karena mahasiswa kini cenderung bergantung pada AI dan melupakan metode manual.
“Sekarang ini sudah eranya AI, ChatGPT, dan lainnya. Kami rasa mahasiswa jadi terlalu bergantung pada AI sehingga melupakan yang manual. Karena itu, kami angkat tema From Pencil to Pixel,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini ditujukan khusus untuk mahasiswa baru angkatan 2025 agar lebih siap menghadapi perkuliahan di Jurusan Arsitektur.
“Tujuan utama kegiatan ini memang untuk mahasiswa baru, karena latar belakang pendidikan mereka berbeda-beda. Lewat workshop ini diharapkan mereka bisa lebih nyaman mengikuti mata kuliah selanjutnya,” tambahnya.
Meski sempat menghadapi kendala teknis, panitia tetap berupaya menyukseskan acara melalui kerja sama tim.
“Kalau kendala tentu ada, tapi sebagai ketua panitia saya mengajak teman-teman agar acara ini bisa berjalan baik, karena tidak mungkin berhasil kalau dikerjakan sendiri,” ungkapnya.
Menutup wawancara, ia berharap workshop ini dapat menjadi wadah belajar bersama mahasiswa Arsitektur UIN Datokarama Palu.
“Harapan kami, semoga kegiatan ini bisa jadi kesempatan belajar bersama. Apalagi karena kita masih minim senior, jadi sebisa mungkin kita saling melengkapi,” pungkasnya.
Wartawan: Awan, Langit, Wafes







