Home KAMPUS Pelataran SBSN UIN Datokarama Kembali Jadi Ruang Diskusi, Bukan Lahan Parkir

Pelataran SBSN UIN Datokarama Kembali Jadi Ruang Diskusi, Bukan Lahan Parkir

130
0

PALU, LPMQALAMUN.com – Pelataran Gedung Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) UIN Datokarama Palu kini resmi tidak lagi difungsikan sebagai lahan parkir kendaraan bermotor. Pihak kampus telah memasang palang pembatas untuk menegaskan aturan baru tersebut.

Sebelumnya, Wakil Rektor (Warek) II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Datokarama Palu, Prof. Hamlan, M.Ag., masih memperbolehkan mahasiswa memarkir kendaraan di pelataran SBSN selama dilakukan dengan tertib.

“Mahasiswa tetap boleh memarkir kendaraan di pelataran SBSN, asalkan tertib dan aman. Kesadaran mahasiswa dalam menggunakan fasilitas parkir yang telah disediakan sangat penting,” ujarnya saat diwawancarai kru LPM Qalamun, Kamis (20/03/2025).

Namun, kebijakan itu kini berubah. Dengan pemasangan palang pembatas, pihak kampus menegaskan bahwa area tersebut tidak lagi diperbolehkan untuk parkir.

Pantauan LPM Qalamun menunjukkan, pelataran SBSN saat ini sudah bersih dari deretan motor yang sebelumnya memenuhi halaman. Bagi sebagian mahasiswa, ruang tersebut kembali lapang untuk berdialog dan bertukar pikiran, sebagaimana fungsinya semula.

Sebelum keputusan diambil, sejumlah mahasiswa sempat menuntut agar pelataran SBSN dikembalikan sebagai ruang terbuka. Mereka bahkan membentangkan spanduk besar bertuliskan: “Pelataran SBSN adalah ruang untuk berdiskusi, bukan lahan parkir.”

Menanggapi hal itu, pihak birokrasi kampus melakukan evaluasi dan akhirnya menetapkan pelataran SBSN kembali pada fungsi awalnya: ruang interaksi dan diskusi mahasiswa.

Meski demikian, ada juga mahasiswa yang menilai lokasi tersebut sempat menjadi lahan parkir strategis karena dekat dengan kelas dan kantin.

“Menurut saya, pelataran SBSN adalah lahan parkir yang strategis dan dekat dari kelas, mengingat beberapa area parkir di Gedung ADB kurang tertib dan sering menghalangi jalan masuk dan keluar,” ujar salah seorang mahasiswa.

Sementara itu, pihak keamanan kampus menegaskan bahwa keberadaan kendaraan di area SBSN sering mengganggu akses pintu kelas.

“Kalau motor parkir di sini, jadi menghalangi. Kami berharap mahasiswa tertib dan berlapang hati memarkir motor di area yang sudah disediakan. Semoga mahasiswa mau bekerja sama meskipun harus berjalan sedikit jauh dari area parkir menuju kelas. Setidaknya tidak sejauh di kampus tetangga,” ungkap Baihaqi, salah satu petugas keamanan.

Ia menambahkan, jika seluruh area parkir kampus digunakan dengan tertib, kapasitas yang tersedia sebenarnya cukup memadai untuk seluruh civitas akademika.

Dengan kebijakan baru ini, pelataran SBSN kembali difungsikan sebagaimana mestinya: ruang terbuka untuk interaksi, diskusi, serta kegiatan akademik informal.

Wartawan: Mentari, Izel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here