Home OPINI Apa Pengaruh Game Online bagi Perkembangan Anak Zaman Sekarang?

Apa Pengaruh Game Online bagi Perkembangan Anak Zaman Sekarang?

147
0

Oleh: Moh Afandi
Wartawan LPM Qalamun

Saya sering memperhatikan anak-anak zaman sekarang, dan satu hal yang paling mencolok adalah betapa lekatnya mereka dengan game online. Ke mana pun pergi, gadget hampir tak pernah lepas dari genggaman. Game online seakan sudah menjadi hiburan utama. Namun, pertanyaan yang muncul adalah: apa sebenarnya pengaruh game online terhadap perkembangan anak? Apakah lebih banyak sisi positifnya atau justru negatifnya?

Dulu, hiburan masa kecil terasa sederhana. Sore hari diisi dengan bermain petak umpet, adu kelereng, atau rebutan benteng bersama teman sebaya. Kini, pemandangan itu jarang sekali terlihat. Anak-anak lebih memilih menghabiskan waktu di dalam rumah, larut dalam dunia virtual.

Game online sebenarnya tidak sepenuhnya buruk. Ada manfaat yang bisa diambil. Misalnya, permainan ini dapat melatih kemampuan berpikir kritis anak. Mereka dituntut untuk membuat strategi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan dengan cepat. Secara tidak langsung, otak mereka jadi lebih terasah.

Selain itu, game online juga bisa menjadi sarana sosialisasi. Anak-anak bisa berinteraksi dengan pemain lain dari berbagai daerah, bahkan negara. Mereka belajar bekerja sama, membangun komunikasi, dan menjalin pertemanan lintas batas. Ini tentu bisa mengembangkan keterampilan sosial di era digital.

Namun, sisi negatifnya juga tidak bisa diabaikan. Salah satunya adalah kecanduan. Banyak anak lupa waktu, mengabaikan belajar, hingga melupakan kewajiban rumah hanya demi bermain. Dampak fisik pun nyata: mata cepat lelah, tubuh kurang bergerak, dan risiko obesitas meningkat. Beberapa anak juga mengalami gangguan tidur atau sakit kepala karena terlalu lama menatap layar.

Lebih jauh lagi, game online berpotensi membuka akses ke konten yang tidak sesuai usia, seperti kekerasan, ujaran kebencian, bahkan pornografi. Hal ini dapat memengaruhi perkembangan mental dan emosional anak bila tidak diawasi dengan baik.

Karena itu, peran orang tua menjadi kunci. Orang tua perlu menetapkan batasan waktu, memilih game yang sesuai usia, dan aktif memantau aktivitas digital anak. Selain itu, penting juga mengajak mereka melakukan kegiatan alternatif: olahraga, musik, atau kegiatan sosial, agar perkembangan mereka lebih seimbang.

Harapan saya, anak-anak zaman sekarang bisa lebih bijak dalam menggunakan teknologi, termasuk game online. Jangan sampai permainan digital justru menjadi penghalang untuk meraih cita-cita. Anak-anak berhak berkembang menjadi pribadi yang kuat, kreatif, dan berkarakter—bukan hanya sekadar “pemain” di dunia maya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here