Home PUISI Di Bawah Bayang Pertengkaran

Di Bawah Bayang Pertengkaran

87
0

Oleh: Firdania Ranti
Wartawan Magang

Di usia empat tahun, rumah jadi panggung bising,
Bukan nyanyian, tapi teriakan yang mengguncang dinding.
Hati kecil menciut, disergap tanya yang samar
Apakah aku beban yang harus mereka tinggalkan?

Semua berubah, bau asing di tempat asing,
Hanya luka yang setia dibawa saat beranjak.
Rindu ayah menjelma demam yang menyiksa batin,
Mencari keutuhan dalam puing yang tak mungkin kembali.

Kecemasan pun menjelma rasa takut di ruang kelas,
Takut bersuara, takut sendirian, takut berbuat salah.
Air mata luruh diam-diam di balik rok yang basah,
Beruntung ada tangan lembut yang memegang, tanpa menghakimi.

Meski lahir dari kisah yang tak pernah sempurna,
Ia mulai menata serpihan, membangun fondasi baru.
Mengambil napas, belajar lantang mengungkapkan rasa,
Karena kekuatan sejati lahir dari luka yang diterima.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here