Oleh: Firdania Ranti
Wartawan Magang
Di sudut kota yang terasa asing,
Ku tata diri, coba sesuaikan hembusan.
Senyum tipis sapa orang, hati masih bimbang,
Mencari pijakan dalam tempat yang baru.
Lalu hadir kalian, dengan sambutan yang hangat,
Keakraban meluap, tanpa rekayasa.
Segala upaya dirajut bersama agar aku senang,
Sungguh terkejut, ada hati sepeka ini.
Di kala sulit, uluran tangan selalu terulur,
Dukunganmu nyata, hadir tanpa diminta.
Tak percaya mata, ada insan-insan tulus murni,
Ini kisah nyata atau hanya fatamorgana?
Pertemuan singkat, yang kukira hanya lalu,
Ternyata benangnya teranyam erat dan tebal.
Menjadi tempat teduh, saat badai melanda,
Ikatan kita bertahan, melampaui segala bekal.







