Home PUISI Tangis Sumatera

Tangis Sumatera

74
0

Oleh: Ahmad Juno Diansyah
Wartawan Magang

Hutan-hutanmu dulu hijau,
Menjaga sungai, menahan hujan.
Akar-akarnya menambat bumi,
Menyerap air, menenangkan bumi.

Namun tangan manusia datang,
Membabat habis, menebang tanpa ampun.
Kayu jatuh, tanah terguncang,
Sungai tak lagi punya teman.

Langit menangis deras,
Air mengamuk menelan desa,
Tanah longsor menelan harapan,
Anak-anak, ibu-bapak, hilang ditelan lumpur.

Siapa yang peduli, siapa yang bersalah?
Ketika alam menangis, manusia menutup mata.
Bencana bukan lagi takdir,
Tapi hasil dari serakah dan lupa.

Sumatra, tanah airku,
Bangkitlah dari air dan lumpur,
Biarlah tangismu menjadi pelajaran,
Bahwa bumi bukan sekadar harta,
Tapi rumah yang harus dijaga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here