Oleh : Muhammad Gibran
Wartawan Magang
Dulu kita duduk bersama tanpa ada rasa canggung,
tawa kita memenuhi seluruh ruangan.
Setiap pertemuan kita selalu terasa hangat,
seakan tak ada yang mampu untuk memisahkan kita.
Namun ketika harta yang tak seberapa mulai dipersoalkan,
hubungan kita perlahan menjadi retak.
Kata-kata kecil jadi alasan untuk menjauh,
dan keluarga yang dulu dekat kini dipisahkan oleh jarak.
Aku rindu suasana ketika kita saling becanda,
rindu makan di meja panjang sambil berbagi cerita.
Rindu melihat semua tersenyum tanpa rasa canggung,
dan merasakan kembali hangatnya satu keluarga.
Setiap malam aku berharap dalam hati,
semoga semuanya kembali seperti dulu.
Semoga kita bisa saling memaafkan dengan tulus,
dan keluarga ini bisa utuh lagi—bukan hanya menjadi kenangan.







