Home PUISI Perkara Makan Malam

Perkara Makan Malam

5
0

Nama: Rizal Irfandi
Jurusan: Pengembangan Masyarakat Islam
Angkatan: Wartawan LPM Qalamun

Kuterjemahkan rindu menjadi pesan yang kutulis,
lalu kugantungkan di layar: belum terkirim, belum terbalas.
Ponselku dicas, berharap waktu masih berpihak.

Di warung itu, nasi goreng mengepul hangat,
wangi bumbunya seolah menertawakan kelupaanku.
Kupikir, “Nanti saja, sebentar lagi kubalas.”
Padahal, kau telah tenggelam di laut sunyi.

Malam memanjang seperti sendok yang tak kembali.
Aku menyesal memilih meja sebelum mendengar hati.
Kukira cinta dapat ditunda seperti makan malam.

Kini kutulis namamu di ujung penyesalan,
ingin kuhentikan waktu, ingin kuganti langkah.
Sebab cinta membutuhkan kabar, bukan sekadar jeda.
Dan perkara “makan malam” selalu berakhir pada luka: aku yang kehilangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here