Home Kemitraan Hannah Asa Indonesia Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini di SD Inpres 2...

Hannah Asa Indonesia Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini di SD Inpres 2 Kawatuna

8
0

PALU, LPMQALAMUN.com — Hannah Asa Indonesia menggelar Bootcamp Batch 105 bertajuk “Learn, Grow, Make an Impact” di SD Inpres 2 Kawatuna, Jalan Bulumasomba, Kelurahan Kawatuna, Kamis (10/9/2026).

Dalam program ini, Hannah Asa Indonesia berkolaborasi dengan IFEST Universitas Tadulako (Untad) untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan uang dan pentingnya menabung kepada para siswa.

Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, ST., AWPS, QWP, CFP, AEPP, QLP, IFP, mengatakan bahwa edukasi ini dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.

“Jadi melalui kegiatan ini, kami mengajak siswa untuk lebih memahami bahwa menabung tidak harus dimulai dari jumlah yang besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, para siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, melainkan terlibat langsung dalam permainan edukatif dan simulasi. Metode interaktif ini sengaja dipilih agar anak-anak bisa mempraktikkan langsung teori yang diberikan.

“Permainan ‘Butuh atau Ingin?’ serta simulasi ‘Aku Punya Rp10.000’ digunakan untuk melatih siswa membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengambil keputusan saat mengelola uang yang terbatas,”jelasnya.

Pemahaman tersebut kemudian diterapkan melalui kegiatan “Celengan Impianku”. Melalui aktivitas ini, siswa diajak menggambarkan target nyata yang ingin dicapai dari hasil menabung, mulai dari membeli perlengkapan sekolah hingga memberikan hadiah kepada orang tua.

Selain itu, siswa diperkenalkan dengan prinsip 3T, yakni Tanyakan, Tentukan, Tabungkan, serta pembagian uang melalui konsep “Dipakai, Ditabung, Dibagikan”. Konsep tersebut dikenalkan sebagai langkah sederhana dalam membangun kebiasaan mengelola uang sejak usia dini.

Ia menekankan bahwa keberhasilan edukasi ini bukan diukur saat acara berlangsung, melainkan pada dampak jangka panjangnya.

“Kami berharap pembelajaran tentang keuangan tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Justru yang paling penting adalah kebiasaan kecil yang mulai tumbuh setelahnya,”harapnya.

Wartawan: Virtuous

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here