Bayangan yang Bernyawa
Oleh: Alia Wartawan LPM Qalamun Di malam yang sunyi, bayanganmu terbangun, Tak lagi diam, tapi bergerak pelan. Ia melintasi dinding kosong rumah, Mencari cahaya yang hilang dari mata. Bayangan itu bisik, “Aku bagianmu yang tersembunyi,” Membawa rahasia hati yang tak terucap. Ia menari di bawah sinar bulan purnama, Menggambar mimpi yang kau lupakan. Tapi pagi datang, bayangan kembali ke tempatnya, Menunggu malam lain untuk hidup kembali. Kau lihat dirimu di cermin,...
Kali Ini, Cukup, Ya?
Oleh: Luli Afianti Pengurus Redaksional Ada kata yang kini tak lagi kucari, harapan yang kupeluk pun perlahan kulepas. Bukan karena tak pernah bermakna, melainkan karena lelah menunggu sesuatu yang tak kunjung pulang. Aku pernah menyimpan rasa, seolah ia punya tujuan. Namun waktu mengajarkanku satu hal: tidak semua yang dijaga ditakdirkan untuk menetap. Dan di titik itu, aku berhenti bertanya tentang “mungkin” diantara kita. Hati ini tak lagi berharap menjadi milik siapa pun. Ia...
Keteguhan Hati Manusia juga Bentuk Paling Indah
Oleh: Luli Afianti Pengurus Redaksional Ada fase dalam hidup ketika seseorang tidak lagi berharap apa pun pada dunia. Bukan karena ia lemah, tetapi karena terlalu lama dipaksa kuat. Dunia terasa bising, tuntutan datang bertubi-tubi, sementara keadilan dan empati seolah hanya jargon kosong. Pada titik ini, menyerah bukan pilihan sadar, melainkan bentuk kelelahan yang menumpuk tanpa jeda. Orang yang nyaris menyerah sering kali...
Ayah di Kursi Kosong
Oleh: Syarifatul Awliyah Sahupala Wartawan LPM Qalamun Setiap sore, Raka selalu duduk di ruang tamu, tepat di depan kursi kayu tua yang tak pernah lagi terisi. Kursi itu dulu milik ayahnya. Tempat ayah biasa melepas lelah sepulang kerja, sambil bertanya hal-hal sederhana seperti, *“Hari ini sekolah bagaimana?”* Kini, pertanyaan itu tak pernah terdengar lagi. Sejak ayah pergi, rumah terasa lebih sempit meski dindingnya...
Arah Baru Ketenagakerjaan Indonesia 2025
Oleh: Syarifatul Awliyah Sahupala Wartawan LPM Qalamun Penurunan angka pengangguran di tahun 2025 belum mencerminkan kualitas lapangan kerja yang ideal bagi masyarakat. Banyak pekerja masih terjebak di sektor informal yang minim perlindungan hukum dan kepastian penghasilan rutin. Pemerintah menghadapi tantangan besar untuk meningkatkan standar kesejahteraan pekerja di samping mengejar angka statistik. Fokus utama harus diarahkan pada penciptaan lapangan kerja formal yang...
Rumah yang Retak
Oleh: Syarifatul Awliyah Sahupala Wartawan LPM Qalamun Di sudut rumah yang pernah hangat, Kini retak oleh kata-kata tajam, Ayah pergi dengan langkah berat, Ibu menangis di sudut gelap malam. Anak-anak berdiri di antara puing, Mimpi mereka tercerai oleh badai, Tawa dulu kini jadi luka yang menganga, Hati kecil mencari pelukan yang hilang. Tapi dari retakan itu, tumbuh kekuatan, Seperti bunga liar di tanah kering, Keluarga mungkin patah, tapi jiwa tetap utuh, Mencari...
Di Kursi yang Kosong
Oleh: Syarifatul Awliyah Sahupala Wartawan LPM Qalamun Di ruang tamu, kursi itu masih setia menunggu— kayu tua menghafal berat tubuh yang tak lagi pulang. Aku belajar mengikat sepatu pada pagi yang dingin, tanpa telapak tangan besar yang dulu menguatkan simpulku. Suaramu kini tinggal gema di dinding kalender; tanggal-tanggal berlubang menjadi pelajaran paling sunyi. Ibu menutup jendela lebih awal, angin membawa namamu ke sela tirai aku pura-pura tak menangis. Ayah, aku tumbuh dengan doa yang pincang, namun langkahku kupahat sendiri di...
Bayangan di Balik Tirai Patriarki
Oleh: Nayla Alkaf Pengurus Redaksional Rina, tumbuh di tengah kepompong patriarki yang erat membelit. Ayahnya, Rama, adalah sosok yang disegani, sementara Indah, ibunya, selalu tunduk dan melayani. Sejak kecil, perlakuan orang tua kepada Rina dan kakaknya, Rasya, sangat berbanding terbalik. Puncaknya terjadi ketika Rina di kelas 11 SMA. Ia mendapatkan penghargaan sebagai siswa terbaik di sekolah. Semua orang memberinya ucapan selamat. Sepulangnya...
Belajar Dewasa dari Hidup yang Tidak Selalu Ramah
Oleh: Zaitun Lukman Wartawan LPM Qalamun Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada masa ketika semua terasa mudah, tetapi ada pula waktu di mana segalanya terasa berat tanpa alasan yang jelas. Pada titik itulah manusia sering dipaksa belajar menjadi dewasa, bukan karena usia bertambah, melainkan karena keadaan tidak memberi pilihan lain. Kita tumbuh dengan harapan bahwa usaha akan selalu berbanding lurus dengan...
Kritik Kecil di Negara Besar
Oleh: Saiful Pengurus Redaksional Sore itu, kampus tampak sudah sepi setelah jam kuliah berakhir. Di sebuah kantin yang selalu jadi tempat berkumpul, tiga mahasiswa (Anjas, Saiful, dan Wahid) duduk berdekatan. Bukan buku atau kertas yang mereka bawa, melainkan satu hal yang kini lebih sering memantik keresahan: layar ponsel. “Eh, lihat ini,” kata Saiful sambil mengarahkan HP-nya ke dua temannya. Di layarnya terpampang...













