Oleh: Alia
Wartawan LPM Qalamun
Di malam yang sunyi, bayanganmu terbangun,
Tak lagi diam, tapi bergerak pelan.
Ia melintasi dinding kosong rumah,
Mencari cahaya yang hilang dari mata.
Bayangan itu bisik, “Aku bagianmu yang tersembunyi,”
Membawa rahasia hati yang tak terucap.
Ia menari di bawah sinar bulan purnama,
Menggambar mimpi yang kau lupakan.
Tapi pagi datang, bayangan kembali ke tempatnya,
Menunggu malam lain untuk hidup kembali.
Kau lihat dirimu di cermin, tapi dia tersenyum,
Karena dia tahu, kau tak pernah sendirian.
Bayangan yang bernyawa, sahabat gelap,
Mengingatkan bahwa kegelapan pun punya jiwa.
Ia tak pernah pergi, selalu ada di sana,
Menjaga rahasia yang kau simpan rapat.
Dan ketika kau tidur, ia bangun lagi,
Melanjutkan perjalanan di dunia bayang.
Tak ada yang tahu, kecuali kau dan aku,
Bahwa bayangan ini, adalah dirimu yang sejati.







