Jejak yang Tertinggal

0

Oleh: Putri Athifah Wartawan LPM Qalamun Langit sore itu berwarna tembaga, seakan menyimpan rahasia yang tak pernah selesai. Aira berdiri di halaman rumahnya yang sunyi, menatap pohon mangga tua yang dulu sering jadi tempat ayahnya berteduh. Daunnya bergoyang perlahan, seolah melambai padanya, namun justru membuat dada Aira semakin sesak. Sejak ayahnya meninggal, ada ruang kosong yang tak pernah bisa diisi. Malam-malamnya dipenuhi...

Gara-Gara Satu Kata

0

Oleh: Marlo Wartawan LPM Qalamun Siang itu di SMA Negeri 1 Sojol, suasana kelas agak ramai. Beberapa cowok duduk di teras, ada yang selonjoran, ada yang bersandar di dinding sambil tertawa. Obrolan mereka ngalor-ngidul, dari bola hingga gosip anak kelas lain. Di dalam kelas, tiga cewek duduk di bangku belakang: Rani, Mira, dan Sinta. “Eh, gue mau nanya deh,” kata Mira sambil tersenyum....

Mendung di Persahabatan

0

Oleh: Marlo Wartawan LPM Qalamun Dulu, langkah kita seirama, tawa berhamburan seperti kicau burung pagi, gurau ringan menjahit hari-hari, hingga senja pun terasa singkat. Kini, jarak tumbuh tanpa aku tahu benihnya, tatapan yang dulu ramah kini terasa asing, seperti hujan jatuh di jendela kaca dingin, bening, tapi tak bisa kusentuh. Hatiku bagai langit yang berat, mendung menggantung tanpa kepastian, antara bertahan menunggu reda atau menyerah pada badai yang tak kunjung pergi. Aku bimbang, langkahku...

AI dalam Presentasi Mahasiswa: Membantu atau Membelenggu?

0

Oleh: Marlo Wartawan LPM Qalamun Perkembangan kecerdasan buatan (AI) saat ini membawa dampak besar di dunia pendidikan, khususnya bagi mahasiswa. Tidak bisa dipungkiri, AI memberi kemudahan mulai dari menyusun pertanyaan, menyiapkan jawaban, hingga membuat slide presentasi. Hanya dengan beberapa klik, mahasiswa bisa memperoleh materi yang rapi dan meyakinkan. Dari sisi efisiensi, hal ini jelas merupakan kemajuan yang patut diapresiasi. Namun, di sisi...

Kuliah Itu Jalan, Bukan Jaminan

0

Oleh: Luthfia Rahmadani Wartawan LPM Qalamun Kuliah bukanlah jaminan untuk langsung mendapatkan pekerjaan, tapi ia adalah proses pembentukan nilai, kapasitas, dan arah hidup. Menyederhanakan kuliah sebagai “cara menunda pengangguran” adalah bentuk kegagalan memahami pendidikan tinggi sebagai alat transformasi. Yang perlu diubah bukan kuliahnya, tapi cara kita menjalaninya. Banyak yang menganggap kuliah hanya sebagai tiket langsung menuju dunia kerja. Padahal, kenyataannya lebih dari...

Indonesia Emas 2045 atau Indonesia Cemas?

0

Oleh: Alif Ramadhan Wartawan LPM Qalamun Indonesia pada tahun 2045 menghadapi peluang besar sekaligus tantangan serius di sektor ekonomi, yang akan menentukan apakah negeri ini menjadi “emas” atau justru “cemas.” Dengan proyeksi sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan potensi pasar domestik yang sangat besar, Indonesia memiliki modal utama untuk tumbuh sebagai kekuatan ekonomi global yang signifikan. Namun, kecemasan muncul...

Cemaraku

0

Oleh: Salsabila Putri Wartawan LPM Qalamun Hari pertama perkuliahan terasa begitu asing. Gedung-gedung tinggi, lorong yang berliku, dosen dengan wajah yang belum dikenali—semuanya membuat suasana canggung. Namun, dari keramaian itu, takdir mempertemukan tujuh mahasiswa baru di dalam satu kelas. Awalnya, mereka hanya saling menyapa dan memperkenalkan nama masing-masing. Dari situ, persahabatan mereka mulai tumbuh. Mereka sering bersama: makan di kantin kampus...

Pergaulan Bebas Anak Muda Zaman Sekarang

0

Oleh: Salsabila Putri Wartawan LPM Qalamun Pergaulan bebas di kalangan anak muda saat ini menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan. Di satu sisi, kemajuan teknologi, globalisasi, dan keterbukaan informasi memberi peluang besar bagi generasi muda untuk berkembang dan mengekspresikan diri. Namun, di sisi lain, hal ini juga memudahkan masuknya budaya yang tidak selalu sesuai dengan nilai dan norma masyarakat kita. Banyak anak...

Aku Ingin Menulis Banyak Hal Tentangmu

0

Oleh: Salsabila Putri Wartawan LPM Qalamun Aku ingin menulis banyak hal tentangmu— tentang lucunya cara kita bertemu, tentang aku, yang tak pernah bisa berhenti mengagumimu. Tentang jutaan hal kecil yang membuatmu tampak sempurna di mataku, dan tentang diriku sendiri yang percaya bahwa kamu adalah hal terbaik dan terindah yang pernah datang dalam hidupku. Aku ingin menulis tentang hal-hal kecil darimu, yang mungkin tak pernah kau sadari. Namun bagiku, semuanya adalah alasan mengapa aku...

Mau Sampai Kapan Pers Masih Berada dalam Bayang-Bayang Tekanan?

0

Oleh Ajmila Zatil Ismah Wartawan LPM Qalamun Kebebasan pers sering dijadikan simbol bahwa Indonesia adalah negara demokratis. Namun, kenyataannya masih banyak kasus yang menunjukkan bahwa pemerintah atau pihak-pihak dekat kekuasaan belum siap menghadapi kritik. Tempo menjadi contoh paling mencolok: setelah menerbitkan laporan investigasi tentang judi daring, situs mereka diserang secara digital besar-besaran, dan sebelumnya redaksi menerima teror berupa kepala babi dan...