Mei

0

Oleh Ajmila Zatil Ismah Wartawan LPM Qalamun Di bulan ini aku menemukanmu, bukan dalam kisah besar, bukan pula dalam drama megah, melainkan dalam pertemuan sederhana yang diam-diam meninggalkan jejak panjang. Mei adalah jeda penuh harapan: antara masa lalu yang perlahan kutinggalkan dan esok yang tumbuh pelan-pelan. Bulan ini seakan berhenti untukku, sementara waktu terus melangkah, tak menunggu. Aku tak pandai menjelaskan rasa, namun sejak mengenalmu, Mei menjelma menjadi puisi yang tak pernah ingin kuselesaikan.

Kue Sederhana untuk Mama

0

Oleh Ajmila Zatil Ismah Wartawan LPM Qalamun Hari itu, matahari baru saja terbit. Anehnya, ayah sudah sibuk di dapur, menutup-nutupi sesuatu dengan kain. Aku yang baru bangun, melihatnya, dan ayah kemudian berbisik pelan, “Jangan ribut, Nak. Hari ini ulang tahun Mama. Kita kasih kejutan, ya.” Aku tersenyum lebar. “Mau bikin apa, Yah?” tanyaku penuh semangat. Ayah mengedipkan mata, lalu menunjukkan sebuah kotak kecil...

Sudut Pandang Sederhana

0

Oleh: Moh. Khaidir Wartawan LPM Qalamun Sinar matahari Sabtu pagi menyelinap malu-malu lewat celah gorden, melukis garis hangat di lantai rumah yang belum kusempurnakan sapuannya. Aroma teh yang baru kuseduh menguar dari cangkir putih, berbaur dengan dengkuran halus dari gumpalan bulu oranye di atas taplak meja yang baru diganti ibuku. Itu Roti, alarm hidupku yang paling setia sekaligus teman sekamarku yang...

Yang Fana adalah Waktu

0

Oleh: Salwa Audita Sagina Wartawan LPM Qalamun Waktu… waktu… dan waktu Kita mengejar kenangan yang sesaat, Menyusun detik demi detik seperti bunga, Merangkai mimpi di taman yang sementara. Kita abadi dalam pengejaran, Menyimpan semua kenangan di hati, Namun yang fana adalah waktu kita, Bukan kita sendiri yang abadi. Sering kita lupa pada tujuan hakiki, Terbuai oleh gemerlap dunia, Merasa abadi, menentang takdir, Padahal waktu terus berlari. “Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?” Tanya mu,...

Saat Teknologi Jadi Tuhan, Apa Kabar Kemanusiaan?

0

Oleh: Salwa Audita Sagina Wartawan LPM Qalamun Di era yang semakin digerakkan oleh teknologi, manusia seolah berada di persimpangan jalan yang penuh dilema moral dan eksistensial. Dunia yang semakin terhubung, informasi yang mudah diakses, dan kemajuan teknologi yang tak terbendung telah mengubah cara kita berinteraksi, bekerja, bahkan memahami diri sendiri. Teknologi sebagai ‘Tuhan’ Baru Sejarah manusia selalu dipenuhi pencarian terhadap kekuatan yang mampu...

Ketika Mahakarya Nusantara Kurang Mendapat Dukungan di Negeri Sendiri

0

Oleh: Mohammad Faiq Azis Wartawan LPM Qalamun Di tengah derasnya arus globalisasi musik, nama Alffy Rev muncul sebagai sosok musisi, komposer, editor, sekaligus kreator digital yang menghadirkan warna berbeda. Ia bukan sekadar mengejar popularitas, melainkan seniman yang memadukan musik modern dengan instrumen dan budaya Nusantara. Karya-karyanya, seperti seri Wonderland Indonesia, bukan hanya suguhan visual dan audio yang megah, tetapi juga representasi...

Cermin yang Jujur

0

Oleh: Mohammad Faiq Azis Wartawan LPM Qalamun Dulu, ketika masih berseragam abu-abu, Raka selalu menjadi bahan candaan teman-temannya. Tubuhnya gemuk, jalannya terengah, dan baju olahraganya selalu tampak lebih sempit dibanding yang lain. Ia tertawa bersama mereka seolah tak peduli, padahal dalam hati ada luka yang diam-diam ia simpan rapat-rapat. Saat kelulusan SMA, Raka membuat janji pada dirinya sendiri: ia akan berubah. Tak...

Langkah yang Labil

0

Oleh: Mohammad Faiq Azis Wartawan LPM Qalamun Di persimpangan jalan aku berdiri, dengan pikiran muda yang mudah goyah. Kupilih arah tanpa banyak pertimbangan, hanya mengikuti angin yang berhembus di kepala. Kini kutatap jalan yang kutempuh, rasa ragu kerap menghantui: apakah ini benar jalanku, atau sekadar langkah keliru dari jiwa yang belum matang? Namun aku percaya, tak ada langkah yang benar-benar sia-sia. Meski salah, meski tertatih, selalu ada hikmah yang Allah sisipkan. Aku berharap,...

Mengejar Bayangan, Melupakan Cahaya

0

Oleh: Zainal Takdir Basir Wartawan LPM Qalamun Banyak orang terjebak dalam lika-liku dunia—bekerja tanpa henti, mengejar harta, kedudukan, dan popularitas, seakan itu tujuan utama hidupnya. Padahal, semua itu hanyalah fatamorgana yang tak pernah memuaskan. Ketika orientasi hidup hanya terfokus pada dunia tanpa menyeimbangkannya dengan akhirat, manusia akan kehilangan arah. Dunia hanyalah alat untuk menuju Allah, bukan tujuan akhir. Keadaan ini ibarat seseorang...

Ketika Imajinasi Tersandung Akal

0

Oleh: Zainal Takdir Basir Wartawan LPM Qalamun Konon, di sebuah hutan yang rimbun dan menenangkan, hiduplah seekor lipan yang sangat istimewa. Ia memiliki seratus kaki yang bisa bergerak seirama, menciptakan tarian yang begitu indah hingga membuat seluruh penghuni hutan terpukau setiap kali ia menari. Burung-burung berhenti berkicau, kelinci duduk terpana dengan mata berbinar, bahkan angin pun terasa ikut berputar mengikuti irama...