Kampus, Dunia yang Keras

0

Oleh: Zainal Takdir Basir Wartawan LPM Qalamun Di lorong sunyi, buku-buku berbisik tentang ambisi yang ditanam, dan mimpi yang kadang dipatahkan. Kampus... bukan sekadar ruang belajar, tapi arena tarung tanpa pluit— tempat kepala harus tegak, seakan otak ingin berteriak, meski hati sering runtuh diam-diam. Di sini, di sana, di situ— siapa lengah, dilupakan. Siapa kuat, menorehkan nama. Dari kerasnya dinding-dinding ilmu, lahir jiwa yang ditempa baja. Siapa yang jatuh, siapa yang bangkit— tak ada yang peduli. Luka dianggap aib, senyum...

Cat Air dan Koin Harapan

0

Oleh: Nur Syam Solehah Wartawan LPM Qalamun Nunung hanyalah seorang gadis kecil dari sebuah desa yang bahkan tak tercatat rapi di peta besar. Desa itu sederhana—tempat pagi selalu berbau embun dan sore diwarnai teriakan anak-anak di lapangan bola. Ia tinggal bersama Nenek, satu-satunya keluarga yang tersisa. Tangan keriput Nenek selalu hangat, dan tatapannya adalah pelabuhan paling damai. Bagi Nunung, semua akan...

Hancur untuk Kesekian Kalinya

0

Oleh: Moh. Salman Fais Wartawan LPM Qalamun Perasaan yang dulu membara, Kini tinggal abu berterbangan, Harap yang pernah tertanam erat, Runtuh seketika, larut dalam kegelapan. Janji indah yang terucap manis, Kini membisu tanpa gema, Rasa yang dulu penuh warna, Hancur seketika, hilang tanpa sisa. Di dada, hanya duka yang menetap, Setiap detik meninggalkan memar, Cinta yang luluh oleh waktu, Menyisakan perih yang tak terujar. Namun meski pilu dan luka, Cinta itu pernah hidup, pernah...

Technopreneurship sebagai Kunci Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia

0

Oleh: Moh. Salman Fais Wartawan LPM Qalamun Di tengah derasnya arus digitalisasi, technopreneurship muncul sebagai fenomena yang tak bisa dianggap remeh. Gabungan antara teknologi dan kewirausahaan ini telah menjadi motor penggerak inovasi serta pertumbuhan ekonomi—bukan hanya di negara maju, tetapi juga di negara berkembang seperti Indonesia. Namun, pertanyaannya, sejauh mana negara kita telah memanfaatkan potensi technopreneurship ini? Technopreneurship menawarkan solusi sekaligus peluang....

Di Malam yang Sunyi

0

Oleh: Rahmatia Wartawan LPM Qalamun Di malam yang sunyi, aku termenung, pikiran berputar tanpa ujung. Pertanyaan yang tak kunjung terjawab, membuat mataku enggan terpejam. Dalam gelap, aku mencari makna, namun hanya keheningan yang menjawabnya. Aku merenung tentang arah hidup, tentang tujuan yang masih samar di kabut. Di malam yang sunyi, aku sendiri, namun dalam kesendirian, aku mengerti — bahwa keheningan bisa menjadi teman, yang menuntun aku mengenal diri perlahan. Di malam yang sunyi,...

Bayangan di Jendela

0

Oleh: Zulfikar Bustamin Wartawan LPM Qalamun Angin dingin bulan Desember menusuk tulang, namun tidak sedingin yang dirasakan Rumi setiap kali matanya tertuju pada jendela dapur. Di balik kaca buram itu, ia tidak melihat pepohonan atau langit kelabu; ia melihat kilasan masa lalu yang selalu membayanginya—seperti kabut yang tak pernah benar-benar sirna. Kini, di usia dua puluh lima tahun, Rumi bekerja sebagai perancang...

Bagaimana Berdamai dengan Diri Sendiri dari Trauma Masa Lalu

0

Oleh: Zulfikar Bustamin Wartawan LPM Qalamun Berdamai dengan trauma masa lalu bukanlah tentang melupakan atau menghapus kenangan yang menyakitkan, melainkan sebuah perjalanan untuk memahami dan menerima diri sepenuhnya. Sejak kecil, pengalaman buruk — sekecil apa pun — bisa meninggalkan jejak emosional yang memengaruhi cara kita memandang diri sendiri dan dunia. Dari bagaimana kita bereaksi terhadap pemicu (trigger) tertentu hingga pola hubungan...

Surat untuk Luka Lama

0

Oleh: Zulfikar Bustamin Wartawan LPM Qalamun Di lorong ingatan yang temaram dan basah, jejakmu masih ada, wahai masa lalu. Kau gema yang berbisik di tengah resah, menjadi bayangan yang membekukan langkahku. Dulu, kuizinkan kau merampas mentari, menggantinya dengan mendung di mata. Kupeluk serpihan sakit setiap hari, meyakini diriku tak lagi berharga. Namun lihatlah, kini aku berdiri, di hadapan cermin kutatap sosok yang rapuh. Bukan untuk menghakimi atau mencaci, melainkan merengkuh jiwa yang...

Ruang Damai di dalam Diri

0

Oleh: Zulfikar Bustamin Wartawan LPM Qalamun Dahulu, ada badai yang tak pernah henti, di dalam dada, perang terus menanti. Suara-suara sumbang saling mencaci, menghakimi langkah, menyalahkan nurani. Setiap cela kuperbesar dengan lensa, setiap salah kuingat sepanjang masa. Aku adalah musuh terberat, tak ada tanding, sambil mendamba ketenangan yang hening. Namun hari ini, kuletakkan semua senjata, kupandang cermin dengan tatapan berbeda. Bukan lagi lawan yang penuh derita, melainkan kawan seperjalanan yang terluka. Bekas luka...

Perempuan

0

Oleh: Nurfadilah Wartawan LPM Qalamun Berdarah-darah menopang rasa sakit, tiap gerak terancam habis. Kehancuran seolah di tangan kami, padahal salah pun sering dimulai dari kami. Entah harus kusebut apa raga ini. Katanya, surga ada di telapak kaki kami, tapi mengapa dunia masih menanam patriarki, menjadikan kami terluka, mengidap sakit hati yang diwariskan turun-temurun? Kami adalah PEREMPUAN — PER, penuh perasaan. EM, sarat empati. PU, punya banyak kelebihan. AN, anak-anak kami yang kami lahirkan. Untungnya… kami...