Oleh: Nurfadilah
Wartawan LPM Qalamun
Berdarah-darah menopang rasa sakit,
tiap gerak terancam habis.
Kehancuran seolah di tangan kami,
padahal salah pun sering dimulai dari kami.
Entah harus kusebut apa raga ini.
Katanya, surga ada di telapak kaki kami,
tapi mengapa dunia masih menanam patriarki,
menjadikan kami terluka,
mengidap sakit hati yang diwariskan turun-temurun?
Kami adalah PEREMPUAN —
PER, penuh perasaan.
EM, sarat empati.
PU, punya banyak kelebihan.
AN, anak-anak kami yang kami lahirkan.
Untungnya… kami perempuan,
terlahir untuk menguntungkan,
melahirkan banyak keberuntungan.
Tak perlu ucap terima kasih,
cukup cintai —
dan hargai kami,
sepenuh hati.







