Sepotong Roti Bu Ratna

0

Oleh: Naysila Hafisa Wartawan LPM Qalamun Pagi itu, Bima singgah di warung kecil milik Bu Ratna. Dari balik rak roti sederhana, matanya langsung tertuju pada roti cokelat kesukaannya. Sayang, uang yang ia bawa hanya dua ribu rupiah, sementara harga roti sudah naik menjadi tiga ribu. Bima hanya berdiri terpaku, bingung. Bu Ratna yang memperhatikan segera tersenyum hangat dan membungkus sepotong roti. “Ambil saja,...

Harapan untuk Kembali

0

Oleh: Naysila Hafisa Wartawan LPM Qalamun Di rumah kecil itu, ada kursi yang kosong, suasananya tetap sepi meski terdengar tawa. Foto-foto di dinding seolah bercerita tentang kebersamaan yang kini telah hilang. Setiap pagi berjalan seperti biasa, tapi selalu ada yang kurang, tak lagi lengkap. Anak-anak berusaha kuat, meski rindu akan pelukan yang hilang terus tersimpan. Kadang kata tak sanggup terucap, senyum pun dipaksakan agar sedih tak terlihat. Namun dari sorot mata...

Ruang Bernama Kita

0

Oleh: Rennu Alifah Rahma Wartawan LPM Qalamun Aku masih ingat jelas awalnya. Semua bermula dari sebuah proyek kecil. Aku diminta mencari seseorang yang bisa diajak bekerja sama, dan yang langsung terlintas di pikiranku adalah Kiran. Entah kenapa, dia terasa pas untuk itu. Sebelumnya, aku sering bersama Nayara. Dia selalu menjadi sosok yang berani tampil di depan, bisa bicara lancar seakan dunia hanya...

Kepada Dirimu

0

Oleh: Rennu Alifah Rahma Wartawan LPM Qalamun Kehadiranmu bagai jendela yang terbuka, membiarkan cahaya masuk ke ruang yang lama gelap dan tertutup. Dulu aku hanya berjalan, menyembunyikan wajah yang bukan milikku, takut pada dunia, takut pada diriku sendiri. Namun kau datang, menunjukkan bahwa rapuh bisa dirangkul, bahwa luka pun bisa menjadi arti. Bersamamu, aku belajar menjadi nyata tanpa harus menyembunyi. Kini aku berdiri lebih utuh, berani menatap cermin dan melihat diriku apa adanya. Sebab engkau, tanpa...

Aku Salah Apa?

0

Oleh: Widad Miftahul Jannah Wartawan LPM Qalamun Dari balik jendela kelas, Nasya menatap ketiga sahabatnya—Kina, Zelin, dan Ayla—yang berjalan sambil tertawa kecil, seolah dunia mereka baik-baik saja. Tak ada tempat untuk dirinya lagi. Padahal dulu, langkah mereka selalu beriringan; pulang sekolah bersama, makan bersama, bahkan berbagi rahasia yang tak pernah keluar dari lingkaran kecil mereka. Semua berubah hanya karena satu kesalahan kecil....

Damai dalam Kerapuhan

0

Oleh: Widad Miftahul Jannah Wartawan LPM Qalamun Nuansa biru langit bak kanvas, tumpahan cat biru berpadu putih awan. Burung-burung terbang riang, kesana kemari tanpa ragu. Kelam kembali melahirkan senja, tak kenal tua, tak kenal waktu. Siapa yang mengusik selain rapuhnya diri sendiri? Bahkan rapuh itu tak mampu menimbulkan takut. Kedamaian menjadi selimut yang nyaman, seolah hanya keraguan yang tak terlihat mendasarinya. Malam hadir bagai penyair tanpa kata, menghamparkan gelap tanpa cela. Bintang-bintang berserakan,...

Kebetulan yang Singkat

0

Oleh: Rifky Ramadhan Sabi Wartawan LPM Qalamun Langit, seorang mahasiswa agrikultur yang akrab dipanggil Kang Kebun oleh teman-temannya, tak pernah menyangka bahwa kebun kecil miliknya akan mempertemukannya dengan seseorang yang mengubah hari-harinya. Ia dikenal sebagai pemuda tegas dalam mengambil keputusan, namun tetap sopan terhadap siapa pun. Suatu senja, setelah menyiram kebunnya, Langit bertemu dengan seorang gadis manis yang tampak kebingungan di pinggir...

Abstrak in The Love

0

Oleh: Afra'im Wartawan LPM Qalamun Musim dingin adalah pelarian, dari rujuk rasa kebosanan asa — terhadap janji yang fana, yang sempat memukau, namun berakhir menjadi luka di ujung kata. Akankah ini akhir dari segalanya? Dari awal hingga penutup cerita, rasa yang dulu begitu indah di puncak bahagia, kini runtuh oleh janji yang palsu maknanya. Dalam tragedi cemburu buta, rasa yang hampir punah kulampiaskan, dengan berbisik pada tanah — saksi setiaku dalam keheningan, saat tak...

Minimnya Budaya Sosial di Gen Alpha pada Era 2025

0

Oleh: Afra'im Wartawan LPM Qalamun Generasi Alpha, yang lahir antara tahun 2010 hingga 2025, tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Mereka memiliki karakteristik yang unik dibandingkan generasi sebelumnya, terutama dalam hal kemampuan adaptasi terhadap kemajuan teknologi. Generasi ini sangat paham teknologi. Sejak kecil, mereka sudah akrab dengan perangkat digital seperti smartphone, tablet, dan komputer. Hal ini membuat mereka cepat beradaptasi dengan...

Atlas Prima Facie Love

0

Oleh: Afra'im Wartawan LPM Qalamun Namaku Leo. Biasanya orang memanggilku begitu. Aku berasal dari darah campuran Tionghoa dan Bugis. Aku bukan siapa-siapa, bukan orang kaya, bukan pula seseorang yang punya setangkai bunga untuk kuberi. Namun, aku memiliki sesuatu yang lebih berharga daripada harta: kekuatan rasa, yang kusebut cinta. Berbeda dari kebanyakan orang, aku selalu belajar dari kesalahan yang kulakukan. Aku terbiasa menunggu...