Home OPINI Teman: Memberi Manfaat atau Sebaliknya?

Teman: Memberi Manfaat atau Sebaliknya?

65
0

Oleh: Rifky Ramadhan Sabi
Wartawan LPM Qalamun

Sepertinya, arti teman sejati memang tak pernah sederhana. Kadang membuat resah, kadang pula membuat hati terasa berat. Itu hal yang wajar dalam sebuah pertemanan. Mungkin saja kita pun pernah melakukan hal serupa tanpa sadar. Karena pada dasarnya, hidup ini memang saling membutuhkan.

Justru di situlah nilai pertemanan diuji. Apakah kita hanya mampu menerima kebaikan, atau juga sanggup bertahan menghadapi kekurangannya? Teman sejati bukan sekadar hadir saat tawa, tetapi juga setia menemani kala kita jatuh dan terluka. Dari sikap teman yang kadang menjengkelkan, kita bisa belajar arti sabar, empati, dan menyadari bahwa tak ada manusia yang sempurna.

Jika dipikir lebih dalam, pertemanan bukan sekadar soal “bermanfaat atau tidak,” melainkan tentang proses saling menguatkan. Ada waktunya teman memberi energi positif, ada kalanya juga membuat kesal. Namun, justru dari dinamika itulah kita belajar: apakah pertemanan ini akan menjadi beban, atau menjadi ruang untuk tumbuh lebih dewasa.

Pertemanan juga sering menjadi cermin diri. Ia bukan hanya soal menerima orang lain, tetapi juga melatih kita mengendalikan ego, menyesuaikan diri, dan menjaga hubungan tanpa harus kehilangan jati diri.

Teman yang baik bukanlah mereka yang hanya hadir untuk mengambil keuntungan. Teman yang baik adalah mereka yang tak berat sebelah—yang ada saat kita susah, dan ikut berbagi tawa saat kita bahagia.

Maka mungkin bukan soal teman itu baik atau buruk, melainkan bagaimana kita menempatkan diri dalam menanggapinya. Karena pada akhirnya, pertemanan akan selalu punya dua sisi: bisa menjadi sumber kebahagiaan, atau sumber kekecewaan. Dan kita, sebagai manusia, hanya bisa belajar memilah serta menerima.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here