Home KAMPUS ‎Sema UIN Datokarama Palu Tekankan Konsistensi AD/ART Ormawa: Desak Calon Pemimpin Ikuti...

‎Sema UIN Datokarama Palu Tekankan Konsistensi AD/ART Ormawa: Desak Calon Pemimpin Ikuti Penuh Kongres!

70
0

‎PALU, LPMQALAMUN.com – Senat Mahasiswa (Sema) UIN Datokarama Palu menyoroti tantangan besar dalam penentuan jadwal Kongres Mahasiswa, terutama karena bersinggungan dengan kalender akademik.

‎Selain itu, Sema mendesak pentingnya kualitas peserta kongres dan menekankan kewajiban seluruh calon pemimpin ormawa untuk mengikuti pembahasan guna menjamin konsistensi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

‎Muhammad Syahrul, Ketua Sema UIN Datokarama Palu, mengungkapkan bahwa penentuan tanggal kongres selalu memicu perbedaan pendapat karena bersinggungan langsung dengan kalender akademik.

‎“Dinamika Ormawa dan jadwal akademik adalah dua hal berbeda. Kuncinya pada manajemen waktu rekan-rekan. Kekhawatiran terbesar adalah jika kongres dilaksanakan mendekati libur semester, potensi ketidakhadiran sebagian besar mahasiswa UIN Datokarama Palu terutama saat pemilihan Presma sangat tinggi,” ungkapnya saat diwawancarai oleh Kru LPM Qalamun pada Senin (17/11/2025).

‎Menurut Syahrul, mahasiswa dari luar daerah biasanya langsung pulang kampung setelah Ujian Akhir Semester (UAS), sehingga hal ini perlu menjadi pertimbangan serius bagi panitia.

‎Syahrul juga menekankan perlunya efisiensi waktu setelah kongres universitas selesai.

‎“Kami mengharapkan agar setelah kongres universitas, segera dilanjutkan dengan Musyawarah Besar (Mubes) di tingkat UKM, Fakultas, dan Himpunan. Ini untuk memperpendek jeda waktu menuju periode kepengurusan berikutnya,” ujarnya.

‎Tuntutan kualitas peserta dan kaderisasi ‎dalam aspek persiapan internal organisasi, Syahrul optimistis bahwa ormawa telah menyiapkan kader-kader terbaik mereka untuk mengisi kepemimpinan berikutnya, termasuk calon untuk presma dan jajaran kepengurusan.

‎Harapan terbesar adalah agar semua calon pemimpin baik senat, presma, maupun ormawa lainnya wajib mengikuti seluruh pembahasan kongres.

‎“Keterlibatan ini krusial agar mereka paham mengenai AD/ART, GBHO, dan rekomendasi program kerja Dema. Pemahaman ini penting agar program kerja yang dihasilkan tetap relevan sesuai dengan zamannya,” jelasnya.

‎Lebih lanjut, Syahrul menuntut agar delegasi yang diutus oleh ormawa untuk menjadi peserta penuh kongres adalah individu yang aktif dan matang dalam metode persidangan.

‎“Kongres mahasiswa adalah ruang diskusi terbesar di UIN Datokarama Palu. Kami tidak mau ada delegasi yang kaku dalam pembahasan. Melalui kongres yang intensif, pembahasan di tingkat universitas akan masif dan diteruskan ke UKM, Fakultas, hingga Himpunan,” tegasnya.

Terakhir, Syahrul mengingatkan bahwa hasil turunan dari AD/ART tingkat universitas harus diikuti oleh seluruh tingkatan organisasi di bawahnya.

‎“Aturan tersebut tidak boleh berbeda secara substansi. Sebagai acuan utama, organisasi mahasiswa UIN Datokarama Palu harus mengikuti Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) yang berasal dari kementerian agama,” tutupnya.

‎Wartawan Magang: Famanur, Apollo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here