Home PUISI Bertahan di Balik Luka

Bertahan di Balik Luka

45
0

Oleh : Haura Hafidzah
Wartawan Magang

Di dada yang remuk, terukir kisah lara,
Bukan karena rapuh, tapi badai yang menyapa.
Setiap sayatan perih, meninggalkan bekas nyata,
Namun di sana, kekuatan mulai bercahaya.

Mereka kira, air mata ini tanda menyerah,
Mereka duga, jiwa ini telah layu dan punah.
Padahal, di dasar palung yang gelap dan parah,
Aku menemukan alasan untuk tetap melangkah.

Ku genggam kepingan hati yang berserakan,
Menyusunnya kembali, meski tak sempurna lagi.
Celah-celah kosong kini ku isi dengan ketabahan,
Menjadi bukti saksi kebesaran hati.
Bukan melupakan, tapi merangkul rasa sakit,
Menjadikannya pelita dalam sunyi.

Luka ini adalah peta menuju puncak bukit,
Bukti bahwa aku hidup dan berdiri.
Biarlah darah mengering, menjadi pigmen berani,
Di kanvas waktu, ku lukis babak baru.
Bertahan, bukan tanpa rasa, tapi dengan janji,
Untuk terus bernapas, walau terluka seribu kali.
Karena esok, matahari akan tetap terbit,
Dan aku, yang pernah jatuh, akan bangkit dan berdiri kembali.
Luka ini mahkotaku, lambang yang takkan terukir,
Bahwa aku bertahan, dan tak pernah menyerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here