Oleh : Haura Hafidzah
Wartawan Magang
Di pagi hari saat mentari menyinari
Jantung masih berdetak dan darah mengalir tenang, anugrah terbesar kau berikan tanpa kurang membuatku tak berhenti bersyukur atas nikmat yang masih kau berikan.
Puji syukur tak hentinya ku ucapkan lirih penuh makna, sebagai bentuk syukurku padamu wahai Tuhanku
Saat kaki melangkah di atas bumi, dan mata dapat memandang keindahnya, serta tangan masih dapat bekerja menggenggam rezeki walau seadanya, Bukan dari harta yang berlimpah, ataupun tahta yang megah, melainkan keluasan hati menerima segalanya membuatku tau apa arti bersyukur.
Di kala susah dan hati gundah kau hadirkan sabar sebagai penawar lelah, di setiap ujian ada hikmah yang kau simpankan, sungguh kasih sayangmu kepada kami tak terbayangkan.
Ya Allah dzat maha pengasih dan penyayang
Jadikanlah kami selalu mengingatmu di pagi dan petang, dan terapkanlah rasa syukur ini hingga akhir hayat mendatang, agar aku kembali padamu dengan penuh ridhomu wahai Tuhanku.







