Oleh: Hidayat Nur Wahid
Wartawan Magang
Di atas meja yang mengkilap dan mahal,
Palu diketuk, namun berbunyi sumbang,
Menyisakan tanya yang terus mengambang,
Apakah keadilan hanya tinggal khayalan,
Apalah daya, keadilan hanya milik mereka yang berpunya,
Vonis terasa ringan bagai kapas beterbangan,
Hukum bisa di beli seperti barang rongsokan,
Pasal-pasal kehilangan arah bagaikan hewan tanpa tuan,
Tangan gemetar mengambil yang bukan milik hanya untuk sesuap nasi,
Dibelenggu dengan cepat, di adili tanpa hati nurani,
Pasal-pasal kokoh berdiri tanpa kompromi,
Hanya untuk sesuap nasi, dan berakhir dalam jeruji.
Di negeri ini, keadilan bukan lagi sesuatu yang mulia dan di jaga,
Melainkan sebuah permainan para penguasa,
Kini, keadilan bagaikan lelucon semata,
Menghibur dengan tragedi yang tak masuk logika
Suara kecil dalam hati selalu bertanya,
Apakah keadilan akan kembali seperti semula,
Keadilan yang tak tunduk pada segenggam uang, pangkat, dan jabatan
Berdiri tegak, merata, dan terasa untuk semua.







