Oleh: Hidayat Nur Wahid
Wartawan Magang
Dibawah gerbang hijau, dua pasang mata saling tatap,
Tatapan yang di pertemukan waktu tanpa rencana.
Riuh kerumunan orang seakan tak terdengar,
Saat tatapan itu pertama kali di pertemukan.
Ada sesuatu dalam cara mu memandang,
Sebuah pesan tanpa suara seakan tak ingin usai.
Tatapan yang kau iringi dengan senyuman,
Dan saat itu detik terasa lebih panjang.
Senyuman itu begitu dalam,
Menghadirkan sesuatu yang tak pernah ku rasa sebelumnya.
Tak tahu apa yang akan kau sampaikan,
Tapi, tatapan itu telah mewakili ribuan kata yang tersimpan.
Tatapan itu adalah sebuah permulaan,
Permulaan dari cerita manis yang pantas di kenang.
Kejadian itu terus berada dalam pikiran,
Menemani entah siang atau malam.







