Oleh: Syarifatul Awliyah Sahupala
Wartawan LPM Qalamun
Gema tilawah mulai berkumandang merdu,
membasuh jiwa yang haus akan ilmu.
Tiga raga menyatu dalam satu tujuan,
membawa syiar di atas mimbar yang syahdu.
Sari tilawah mengalun indah di telinga,
menerjemahkan makna dengan penuh jiwa.
Seni retorika memikat hati yang lara,
menyampaikan pesan Ilahi ke seluruh semesta.
Bukan sekadar lomba mengejar juara,
melainkan ikhtiar membumikan ayat Sang Pencipta.
Agar Al-Qur’an tak berhenti sebagai aksara,
tetapi menjadi pedoman hidup umat manusia.
Lidah berucap dengan penuh kefasihan,
hati terpaut pada nilai kebenaran.
Syahril Qur’an adalah wujud pengabdian,
menjaga cahaya iman dalam kebersamaan.







