Home PUISI Untuk Seorang Perempuan, 17 Juli

Untuk Seorang Perempuan, 17 Juli

168
0

Oleh: Moh Fauzan
Wartawan LPM Qalamun

Hari ini, langit Juli tampak lebih tenang,
seolah mengerti bahwa ada seorang perempuan
yang diam-diam bertumbuh dalam kesepian—
berharap menemukan tempat yang bisa ia sebut rumah,
sebuah ruang yang tak sekadar menampung tubuh,
tapi juga memahami jiwanya yang lelah.

Ia lahir di antara hujan yang datang dan pergi,
dan matahari yang tetap mencoba hadir,
seperti dirinya yang terus hangat,
meski hatinya sering dibekukan jarak dan waktu.
Ia belajar menyembuhkan luka orang lain,
sambil menyimpan lukanya sendiri dalam diam.

Setiap hari, ia menanti—
bukan hanya perhatian, tapi juga pengakuan:
bahwa keberadaannya penting,
bahwa ia layak memiliki tempat
di mana suara dan pikirannya tak diabaikan.

Hidup baginya adalah perjalanan panjang:
mencari organisasi yang bukan sekadar struktur,
tapi keluarga yang membentuk kembali harapannya
yang sempat runtuh.
Ia ingin tumbuh—
tak hanya dalam usia,
tapi juga dalam keberanian untuk mempercayai,
dalam harapan yang tak mudah padam,
dan cinta yang jujur, meski tanpa syarat.

Untuk perempuan yang lahir pada 17 Juli,
yang kesepiannya menjadi pelajaran paling setia—
semoga kamu segera menemukan rumah:
tempat kamu bisa menjadi dirimu seutuhnya,
tanpa harus menyembunyikan luka demi diterima.
Karena kamu,
adalah puisi yang masih terus ditulis oleh kehidupan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here