SIGI, LPMQALAMUN.com- Isu terkait hilangnya tanggung jawab Ketua dan Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Datokarama Palu beredar luas di media sosial.
Unggahan tersebut menampilkan foto pengurus DEMA FTIK dengan narasi bernada tuduhan, sehingga memicu perhatian mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan di lingkungan FTIK.
Isu tersebut muncul setelah sebuah akun anonim menyebarkan poster dengan kalimat “DIAM ATAU HANCUR” serta menyebut ketua dan wakil ketua Dema FTIK tidak menjalankan amanah organisasi. Beberapa unggahan lain bahkan menyertakan istilah provokatif seperti “Teroris Intelektual” yang dinilai dapat memicu kegaduhan dalam ranah kemahasiswaan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Sema FTIK, Moh. Riad Lubis menyatakan bahwa mereka masih menelusuri kebenaran konten yang beredar.
“Kami dari Senat Mahasiswa FTIK sedang mengkaji dan mencari tahu kebenaran berita itu. Kami tidak ingin informasi tersebut menjadi bahan provokasi dari pihak-pihak luar yang ingin menjatuhkan FTIK,” ujarnya saat diwawancarai oleh Kru LPM Qalamun pada Senin (17/11/2025).
Riad menyebut bahwa pihaknya bersama seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) FTIK telah melakukan komunikasi internal untuk memastikan fakta di balik tuduhan tersebut.
“Kami dari teman-teman Senat juga bersama teman-teman Ormawa sedang mencari tahu terkait kebenaran hal tersebut” tambahnya.
Terkait dengan berita tersebut, diduga disebabkan karena kegiatan yang ingin diselenggarakan yaitu Expo FTIK.
“Ada beberapa poin yang menyindir program kerja Expo FTIK. Itu bisa saja hanya dugaan dari pihak luar. Kami khawatir ini bentuk provokasi dari oknum yang tidak menyukai seseorang secara personal,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa senat tidak tinggal diam dan telah mengambil langkah konkret.
“Kami sudah bergerak mengkaji, dan dalam minggu ini, besok, atau lusa, kami akan mengadakan koordinasi dengan seluruh pihak terkait yang ada didalam berita tersebut,” ujarnya.
Terakhir, Ia turut menyampaikan harapan agar insiden serupa tidak terulang dikemudian hari.
“Harapannya Kalau memang berita itu benar, tentu ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Untuk mencarikan solusi dari masalah yang sudah terjadi tersebut, agar sekiranya hal-hal yang mungkin menjadi suatu kebenaran yang diasumsikan oleh akun tersebut, tidak menjadi suatu hal yang berdampak buruk kepada FTIK,” harapnya.
Wartawan Magang: Readers, Huwairah, Belle, Shihab








saya dengar pihak dema ftik tidka ada yang mau diwawancarai