PALU, LPMQALAMUN.com – Fakultas Sains dan Teknologi (FSAINTEK) UIN Datokarama Palu mulai menerapkan Program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada tahun ini.
Penerapan program tersebut menjadi upaya FSAINTEK untuk mendorong mahasiswa keluar dari zona nyaman serta memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Wakil Dekan (Wadek) I FSAINTEK, Dr. Sahril, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa program ini akan mulai diterapkan pada semester genap melalui skema magang.
“Melalui program ini, mahasiswa tidak lagi mengambil mata kuliah secara reguler di kelas, melainkan mengikuti mata kuliah MBKM yang akan dikonversi sesuai dengan jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) pada semester tersebut. Program Magang MBKM ini memang diperuntukkan bagi mahasiswa semester enam,” ujarnya.
Sahril menjelaskan, pelaksanaan program ini mengacu pada pedoman universitas yang ditetapkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).
“Kita merujuk ke pedoman universitas yang sudah ditetapkan oleh LP2M, kemudian diturunkan ke fakultas sebagai pedoman pelaksanaan program MBKM,” jelasnya.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Program MBKM mencakup tiga jenis kegiatan, yakni Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), serta Kampus Mengajar, dengan lokasi magang yang telah tersedia.
“Untuk saat ini tempat magang yang tersedia ada Telkom, perusahaan IT (Information Technology), kemudian yang terakhir ada perusahaan untuk persiapan program studi Arsitektur,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa program ini memberikan pengalaman kerja langsung dengan konversi mata kuliah berdasarkan proyek akhir.
“Program ini memang penting, apalagi berkenaan dengan program studi umum seperti IT. Jadi bagaimana melihat langsung tempat kerja atau tempat di mana ketika selesai akan bekerja secara praktis dilakukan,” tegasnya.
“Mahasiswa akhir akan ada proyek yang dibuat dan diselesaikan serta akan diuji dengan memberikan kesempatan untuk mempresentasikan proyek itu. Sehingga mata kuliah yang dikonversikan itu sesuai dengan apa yang dilakukan pada saat magang,” tambahnya.
Terkait jumlah peserta, Program Magang MBKM menyesuaikan kuota yang ditetapkan mitra, dengan seleksi mahasiswa sesuai kebutuhan.
Di akhir wawancara, ia berharap pelaksanaan Program Magang MBKM dapat berjalan lancar.
“Ini perdana pelaksanaan program MBKM, semoga berjalan lancar dan sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan. Bahwa inti dari pelaksanaan MBKM itu adalah bagaimana mahasiswa mengenal dan mengetahui dunia di luar kampus,” harapnya.
Wartawan : Papirus, Alejandra







