Home PUISI Rumah Berpintu Tanpa Kunci

Rumah Berpintu Tanpa Kunci

5
0

Nama: Haura Hafidzah
Jurusan: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Wartawan LPM Qalamun

Di dunia yang bergerak tergesa-gesa,
di mana wajah-wajah datang lalu terhapus oleh cuaca
kau adalah satu-satunya alamat
yang pintunya selalu terbuka, tanpa perlu kuketuk dengan kata.

Kita tidak selalu berjalan di bawah langit yang terang
ada kalanya malam menjatuhkan kita
pada gelap yang paling kelam.
Namun, saat duniaku kehilangan seluruh cahayanya,
tanganmu tidak sibuk menyalakan lilin,
melainkan menggenggam jemariku, menembus gulita.

Kau tahu kapan tawaku adalah samaran,
dan kapan diamku adalah jeritan yang tertahan.
Tanpa pernah menghakimi retak yang ada padaku
kau merawat serpihan itu,
membantuku mengeja kembali arti tujuan.

Sahabat sejati
bukanlah dia yang hanya menemanimu mendaki puncak tertinggi,
melainkan dia yang rela turun ke lembah paling sunyi,
hanya untuk memastikan kau tidak terluka sendirian di sana.

Terima kasih,
karena telah menjadi dermaga yang paling setia,
saat ombak kehidupan membuatku hampir karam dan tak berdaya.

Jika esok rambut kita memutih
dan ingatan mulai memudar,
ketahuilah
namamu telah abadi dalam doa yang paling sabar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here