PALU, LPMQALAMUN.com — Aliansi Mahasiswa Kota Palu menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Krisis Energi” di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (22/9/2026).
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan baik di tingkat regional maupun nasional. Di antaranya persoalan krisis energi, pemadaman listrik bergilir, serta desakan penghapusan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemuda Mandiri Membangun Desa (PMD).
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Andril, mengatakan krisis energi saat ini semakin membebani masyarakat kecil, terutama petani, nelayan, dan buruh.
“Per hari ini BBM subsidi itu juga ikut naik. Masyarakat kesulitan mencari BBM. Kita rakyat bawah, kaum petani, kaum nelayan, hari ini kesulitan mendapatkan BBM,” ujarnya.
Ia menambahkan, kelangkaan BBM bersubsidi telah memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Palu. Kondisi tersebut diperparah dengan pemadaman listrik bergilir yang masih dirasakan warga.
Selain isu energi, massa juga menyoroti program MBG dan PMD yang dinilai menyerap anggaran besar namun tidak memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, bahkan dinilai merugikan.
Ia menegaskan, aksi ini tidak akan berhenti di tingkat daerah. Pihaknya akan terus mengawal aspirasi tersebut agar diteruskan DPRD Sulteng kepada pemerintah pusat.
“Jika tuntutan kami tidak mendapat tanggapan dari pihak berwenang, kami berkomitmen akan terus turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi rakyat,” tegasnya.
Wartawan: Virtuous, Neyreliana







