Oleh : Muhammad Gibran
Wartawan Magang
Di sudut kota yang penuh kesunyian, ada seorang anak yang mengembara,
tanpa pelukan, tanpa nama, tanpa arah kembali.
Ia menjadi sahabat bagi bayangan dan dinginnya malam,
menyimpan tangis yang tak pernah ia izinkan untuk jatuh.
Orang-orang memperlakukannya...
Oleh: Ahmad Juno Diansyah
Wartawan Magang
Rizky menatap gerbang UIN Datokarama Palu, yang dijuluki teman-temannya “Kampus 1000 Mimpi”. Di tangannya tergenggam amplop berisi surat penerimaan beasiswa. Jantungnya berdetak kencang—ini adalah langkah pertamanya menuju mimpi yang selama ini ia simpan rapat di...
Oleh: Ahmad Juno Diansyah
Wartawan Magang
Di matanya tersimpan bintang-bintang,
Cita-cita setinggi langit yang ingin digapai.
Namun suara di rumah berkata lain,
“Kamu tak mampu, jangan bermimpi tinggi.”
Hatinya pedih, tapi api itu tetap menyala,
Meski tangan yang seharusnya mendorong,
Menahan, membatasi, meredupkan sinarnya.
Setiap malam ia menulis...
Oleh: Ahmad Juno Diansyah
Wartawan Magang
Hutan-hutanmu dulu hijau,
Menjaga sungai, menahan hujan.
Akar-akarnya menambat bumi,
Menyerap air, menenangkan bumi.
Namun tangan manusia datang,
Membabat habis, menebang tanpa ampun.
Kayu jatuh, tanah terguncang,
Sungai tak lagi punya teman.
Langit menangis deras,
Air mengamuk menelan desa,
Tanah longsor menelan harapan,
Anak-anak, ibu-bapak, hilang...
Nama: Ahmad Juno Diansyah
Wartawan Magang
Di sebuah negeri tanpa telinga,
angin bicara pada tembok-tembok bisu,
dan suara rakyat hanya menjadi
gema yang tersesat di lorong-lorong sunyi.
Para penguasa menanak keputusan
dengan panci kedap keluhan,
sementara luka-luka yang berteriak
ditampung dalam mangkuk kesabaran.
Anak-anak tumbuh tanpa tahu
apa itu didengar:
mereka...
Oleh: Ahmad Juno Diansyah
Wartawan Magang
Dalam setiap pidato pejabat, dalam setiap lembar visi-misi, kata keadilan selalu hadir seperti mantera suci. Namun di balik megahnya retorika itu, rakyat kerap menemukan ketimpangan yang tak kunjung surut. Keadilan seolah menjelma menjadi slogan yang...
Oleh : Miftahul Jannah
Wartawan Magang
Di balik setiap halaman,
aku menemukan langkah baru.
Ada kisah yang menguatkan,
ada luka yang mengajarkan,
ada harapan yang tumbuh tanpa suara.
Membaca membuatku mengerti dunia—
bahkan diriku sendiri.
Sebab setiap buku yang kututup,
selalu meninggalkan jejak
yang tak pernah hilang.
Dan kadang, di...
Oleh : Miftahul Jannah
Wartawan Magang
Di meja yang sunyi, ia berbicara dengan dirinya sendiri.
Kata-katanya menetes dari hati,
menjadi jembatan antara sepi dan makna.
Ia menulis bukan untuk dikenang,
tetapi untuk memahami dunia
yang tak selalu ramah.
Setiap kalimat adalah doa,
setiap titik menyimpan harapan...
Oleh : Miftahul Jannah
Wartawan Magang
Pendidikan, baik di sekolah maupun perguruan tinggi, seharusnya menjadi ruang aman bagi peserta didik untuk tumbuh, berpikir kritis, dan mengembangkan potensi diri. Namun, realitas yang terjadi di berbagai institusi pendidikan justru menunjukkan sebaliknya....
Oleh : Miftahul Jannah
Wartawan Magang
Saat itu Miftah baru pulang sekolah. Tasnya masih menggantung di bahu ketika ia berlari memasuki halaman rumah.
“Yeey pulang! Tidak sabar mau ketemu Papa,” ujarnya riang.
Beberapa bulan terakhir, Miftah tinggal di kampung halamannya. Papanya harus...













