Ayahku di Mataku
Oleh: Ayu Cahya Dewi Wartawan LPM Qalamun Sejak kecil, aku terbiasa melihat ayah sebagai tempat belajar banyak hal. Ia bukan sekadar orang tua, tapi juga panutan—sosok yang sikapnya sering berbicara lebih kuat daripada kata-kata. Dari caranya bersikap sehari-hari, aku belajar arti tanggung jawab, kesabaran, dan ketulusan tanpa perlu nasihat panjang. Bagiku, ayah adalah bukti nyata bahwa ketegasan tidak harus ditunjukkan dengan kemarahan...
Lily dan Kejadian Itu
Oleh: Nur Inayah Adam Wartawan LPM Qalamun Lily adalah gadis kecil berusia delapan tahun, dikenal sebagai sosok ceria dan penuh semangat. Ia menyukai segala hal baru yang ditemuinya dan selalu dikelilingi teman-teman sebaya yang senang bermain bersamanya. Namun, di balik senyum manisnya, Lily menyimpan rahasia besar yang tak pernah diungkapkan kepada siapapun. Selama bertahun-tahun, ia hidup dengan ketakutan atas penyakit yang...
Ritual ‘Bosan’ di Pagi Hari Lebih Penting daripada Minum Kopi
Oleh: Siti Hajar Wartawan LPM Qalamun Kita hidup dalam budaya yang selalu haus akan produktivitas dan kecepatan. Begitu mata terbuka, naluri pertama kita adalah meraih ponsel—memeriksa notifikasi, membaca berita buruk, atau merencanakan jadwal—semuanya ditemani dorongan kafein dari secangkir kopi instan. Kita percaya bahwa kesibukan instan ini adalah kunci untuk hari yang sukses. Saya berpendapat sebaliknya: ritual paling berharga di pagi hari bukanlah...
Inventaris Tak Memadai, Bagaimana Ingin Menambah Akreditasi?
Oleh: Ismail K. A Tjakunu Wartawan LPM Qalamun Akreditasi sering dielu-elukan sebagai simbol mutu jurusan. Setiap kali kampus berbicara soal kualitas, kata “akreditasi” menjadi jargon utama. Namun mari jujur: bagaimana mungkin sebuah jurusan bisa meraih akreditasi lebih baik bila inventaris yang tersedia saja masih jauh dari memadai? Ruang kelas dengan kursi reyot, proyektor yang sering rusak, hingga laboratorium dengan peralatan minim—semua itu...
Sapruddin
Oleh: Muhammad Al-Fitrah Wartawan LPM Qalamun Kriingg! Alarm berbunyi, menunjuk pukul setengah enam pagi. Tapi Idin hanya menggerutu. Ia baru tidur pukul dua subuh setelah begadang main game dan keliling kota. “Lima menit lagi…” gumamnya sambil menarik sarung. Namun lima menit berubah menjadi satu jam. Saat membuka mata lagi, jam sudah menunjukkan pukul tujuh lewat empat puluh. Padahal kuliah Filsafat Ilmu Hukum...
Rindu yang Tersesat
Oleh: Putri Athifah Wartawan LPM Qalamun Ada rindu yang lahir tanpa nama, berputar-putar di dadaku seperti burung kehilangan arah pulang. Setiap malam ia mengetuk, mencari pintu untuk bersandar, namun tak satu pun terbuka. Rindu ini bukan pada seseorang, bukan pada wajah yang pernah kucintai, bukan pada pelukan yang pernah kudapati. Ia hanyalah hampa— seperti sumur kering menunggu hujan yang tak kunjung tiba. Hari-hari berjalan dengan bunyi detik yang asing, sunyi merayap ke sela tulang, dan...
“Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata
Oleh: Sekar Wartawan LPM Qalamun Laskar Pelangi adalah sebuah novel yang penuh inspirasi dan motivasi. Andrea Hirata menghadirkan kisah perjuangan sekelompok anak di Belitung yang berusaha mendapatkan pendidikan layak meski diliputi keterbatasan. Novel ini tidak hanya berkisah tentang dunia sekolah, tetapi juga menggambarkan kehidupan masyarakat Belitung yang sederhana, hangat, dan sarat nilai kehidupan. Dengan gaya penulisan yang khas, Andrea Hirata membuat pembaca...
Masa Depan yang Terlupakan: Mengapa Kita Perahunya, Bukan Pelabuhannya?
Oleh: Dwi Putri Amalia Wartawan LPM Qalamun Selama puluhan tahun terakhir, kita terjebak dalam obsesi yang tak ada habisnya pada satu pertanyaan: "Ke mana teknologi ini akan membawa kita?" Kita membangun perahu yang semakin cepat, kokoh, dan canggih—dari internet hingga kecerdasan buatan—untuk berlayar menuju masa depan. Namun, pertanyaan yang jauh lebih mendasar justru sering kita lupakan: "Kita ingin berlabuh di masa...
Mustahil
Oleh: Dwi Putri Amalia Wartawan LPM Qalamun Mustahil bulan menolak kelam, atau mentari menahan fajar. Namun di sini, dalam sunyi dan diam, kubaringkan rindu yang terus membakar. Mustahil samudra tak menghempas, atau bayu berhenti berembus. Namun di ruang sempit penuh batas, kuredam hasrat yang nyaris menembus. Mustahil aku lupa mengenang, cerah yang pernah kau persembahkan. Namun di antara sirna dan bayang, kupaksa diri ini untuk berjalan. Mustahil pelangi luruh warnanya, atau musim dingin membekukan...
UIN Datokarama Palu Siap Gelar Wisuda Oktober, Menteri Agama Dijadwalkan Hadir
PALU, LPMQALAMUN.com – UIN Datokarama Palu akan menggelar wisuda semester ganjil pada Oktober 2025. Meski tanggal pasti belum ditentukan, pelaksanaan tetap dijadwalkan sesuai kalender akademik. Ketua Panitia, Drs. H. Suleman, M.Pd., menjelaskan bahwa wisuda kali ini istimewa karena Rektor UIN Datokarama berencana menghadirkan Menteri Agama RI untuk menyampaikan orasi ilmiah. "Pak Menteri Agama kita hadirkan di wisuda untuk menyampaikan orasi ilmiah....













