Elpis: Harapan Baru yang Datang Setelah Kegelapan

0

Oleh: Hultami Hujanna Wartawan LPM Qalamun Ada kalanya, luka tidak hanya terlihat di kulit. Mereka menyusup jauh ke dalam, meresap hingga ke tempat-tempat yang tak bisa dijangkau oleh kata-kata. Aku pernah mencintai, dan dengan cinta itu datanglah perasaan yang membuatku merasa utuh. Namun, ketika semuanya hancur, aku belajar bahwa cinta bukan hanya tentang kebahagiaan semata, tetapi juga tentang kehilangan. Tentang patah...

Rindu Rumah

0

Oleh: Febrian Fahrezi Wartawan LPM Qalamun Di sudut kota yang asing ini, Aku melangkah sendiri. Di antara gedung tinggi menjulang, Hatiku terjebak dalam bayang. Rindu rumah membakar dada, Mengingat tawa yang pernah ada. Ayah, Ibu, dan adik kecil, Suara mereka kini hanya angin yang lirih. Dulu pagi beraroma kopi, Ditemani sarapan penuh kasih. Kini hanya suara alarm berbunyi, Membangunkanku dalam sepi. Jarak ini memang berat, Tapi mimpi tak boleh tersesat. Aku bertahan, aku berjuang, Agar nanti...

Aku dan Hujan

0

Oleh: Mariana Wartawan LPM Qalamun Aku dan hujan berjumpa di senja yang syahdu, Saat langit mengutus kisah lewat tetesan, Menyapa jiwa yang sepi dalam rindu, Merangkai cerita di atas lembar waktu. Aku melangkah di lorong sepi yang basah, Setiap tetes bercerita tentang kisah lama, Menghapus jejak lara di sudut hati, Mengisi ruang kosong dengan harapan baru. Hujan, bagai sahabat yang setia, Mengajakku menari di antara rintik, Menyingkap rahasia yang tersembunyi, Di balik...

Temporary Shelter

0

Oleh: Izzatul Qalbiyah Nisa Pengurus LPM Qalamun Terasa hampa, seperti ruang yang kosong, Mencari sesuatu namun tak tahu apa yang kucari. Bayangan itu terus menghantui pikiran, Membuatku sulit melupakan hal yang telah berlalu. Kumerasa terjebak dalam kebingungan, tak tahu jalan untuk keluar. Kucari cahaya di ujung jalan, namun hanya menemukan kegelapan. Hati ini terasa berat, seperti beban yang tak bisa kuangkat. Kucoba mengangkatnya, Namun terlalu berat untuk kuangkat. Seperti besarnya...

Setiap Hari Adalah Hari Kasih Sayang

0

Oleh: Nur Syam Solehah Wartawan LPM Qalamun Kata seorang anak IPS, cinta adalah sejarah, serpihan waktu yang menyatu menjadi kisah yang tak pernah sirna. Kata seorang anak IPA, cinta adalah reaksi kimia yang rumit untuk dijelaskan, namun tak bisa dinafikan. Lalu, apa itu cinta?! Apakah ia hanyalah sebatas coklat dan bunga yang diperoleh dari toko-toko, bahkan menjelang tanggal 14 Februari sering kali...

Di Mana Ada Peluang, Di Situ Ada Tantangan: Mahasiswa dan Judi Online

0

Oleh: Hidayat Malontu Pengurus LPM Qalamun Dalam era digital yang serba canggih, mahasiswa menghadapi berbagai tantangan, salah satunya maraknya judi online. Kemudahan akses melalui smartphone dan media sosial menjadikan aktivitas ini semakin populer di kalangan anak muda, termasuk mahasiswa. Dengan iming-iming keuntungan instan, banyak yang tergiur tanpa menyadari dampak negatifnya. Judi online bukan sekadar permainan keberuntungan, tetapi juga ancaman serius bagi...

Beloved Lecturer

0

Oleh: Aprilia Ayu Azhani Wartawan LPM Qalamun Di ruang kelas yang sangat berseri, bersinar senyummu, pengantar harapan. Engkau hadir dengan sabar mendampingi, menyemai ilmu, menumbuhkan impian. Setiap kata yang jauh ungkapan, bagai embun pagi di ujung daun, mendorong jiwa yang lelah berjuang, menggugah semangat, takkan pernah surut. Dengan lembut, kau hargai setiap usaha, setiap langkah kecil, meski tak sempurna. Di balik mata itu, sinar penuh rasa, mengangkat hati yang ragu, tak berdaya. Dosen,...

Kompas Pertama

0

Oleh: Aprilia Ayu Azhani Wartawan LPM Qalamun Di antara lorong-lorong sepi, kau hadir, seperti mentari, menyinari jiwa hampa. Kata-katamu bagaikan embun, menyegarkan, menghapus kelam, menata mimpi yang sirna. Saat dunia seakan tak lagi bersahabat, kau jadi jendela, membuka pemandangan. Dengan sabar, kau ajak aku menapaki Jejak langkah baru, penuh harapan dan iman. Di tengah kisah yang tak mudah terurai, kau nyanyikan nada-nada penuh pengertian. Setiap pelukanmu hangat dan tulus, mengajarkan arti keteguhan...

Kita yang Saling Diam

0

Oleh: Hultami Hujanna Wartawan LPM Qalamun Ada kata yang ingin terucap, tetapi bibir membisu dalam keheningan. Kita yang dulu tak pernah kehabisan kata, kini terjebak dalam diam yang menghimpit. Aku ingin berbicara membuka semua yang terkunci, tetapi lidahku seakan membeku. Tak tahu harus mulai dari mana, tak tahu harus mengungkapkan apa. Saling menatap tapi tak bersapa, saling merasa tapi tak mengalah. Tak ada pelukan, hanya angin yang berlalu. Sungguh,...

Antara Ego dan Cinta

0

Oleh: Hultami Hujanna Wartawan LPM Qalamun Kita berada di tepi yang sama, tapi langkah kita mengarah pada jurang yang berbeda. Tak ada tindakan, tak ada kata yang terucap. Apakah ini yang kita inginkan, atau sekadar takdir yang memisahkan? Ego kita menuntut kemenangan, membuat kita saling diam dalam pertempuran yang tak terlihat. Aku merasa benar dengan keyakinanku, kau pun demikian dengan pendirianmu. Jika rindu ada tapi tak terucap, jika sayang tumbuh...